Jakarta (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan rencananya untuk menjalin komunikasi dengan tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, terkait pembentukan tim khusus yang bertujuan untuk mengumpulkan berbagai dugaan kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Saat ini, kami sedang berkomunikasi dengan tim 01 untuk membentuk tim khusus,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada hari Kamis (15/2/2024).
Hasto menjelaskan bahwa tim pemenangan Anies-Muhaimin sudah memiliki rencana tersendiri, dan mereka akan melaksanakannya sesuai dengan strategi yang telah mereka susun.
Namun demikian, Hasto juga menyatakan bahwa PDIP terbuka bagi para tokoh yang merasa terpanggil untuk bergabung dalam upaya ini.
“Melalui proses ini, seperti dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), bukti-bukti yang terkumpul akan menjadi bukti yang penting dalam proses hukum,” tambahnya.
Pemilu 2024 mencakup pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 204.807.222 pemilih.
Partisipan dalam Pemilu 2024 terdiri dari 18 partai politik nasional, di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia, serta enam partai politik lokal.
Adapun untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, terdapat tiga pasangan calon, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (nomor urut 1), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (nomor urut 2), dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. (nomor urut 3).
Rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, dijadwalkan akan berlangsung mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024. [ian]






