Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan ingin menang untuk pertama kalinya dalam pemilu legislatif di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada masa Orde Baru, partai ini tak pernah mendapat kursi terbanyak di DPRD Jember.
Tekad ini dikemukakan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Widarto, di sela-sela acara pendaftaran calon legislator di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Kamis (11/5/2023).
“Kami ingin PDI Perjuangan di Jember untuk pertama kalinya menang,” kata Widarto. Sebelumnya PDIP memperoleh 13 kursi dalam Pemilu 1999, 9 kursi (Pemilu 2004), 6 kursi (Pemilu 2009), 7 kursi (Pemilu 2014), 7 kursi (Pemilu 2019).
Jika merunut lebih jauh sejak masa Orde Lama, Partai Nasional Indonesia yang seringkali dianggap sebagai cikal-bakal PDI Perjuangan juga gagal meraup suara terbanyak di Jember. PNI hanya memiliki satu wakil di DPRD Sementara pada 1950-1956, enam wakil di DPRD Peralihan 1956-1958, 7 orang wakil di DPRD Swatantra 1958-1960. Dalam pemilu masa Orde Baru saat masih bernama PDI, hanya ada 1 wakil (Pemilu 1977), 2 orang (Pemilu 1982), 3 orang (1987), 4 orang (1992), 1 orang (1997).
PDIP mempersiapkan sistem ‘commandante teritory’ untuk memenangi Pemilu 2024. Partai itu menargetkan perolehan 14 kursi di DPRD Kabupaten Jember, meningkat tujuh kursi dibandingkan Pemilu 2019. “Kami harus merebut 14 kursi itu dan kami petakan di masing-masing daerah pemilihan,” kata Widarto.
Perolehan kursi ini menentukan langkah PDIP di pemilihan kepala daerah. “Setidaknya kalau 20 persen kursi bisa kami rebut, ini memungkinkan kami mengusung kader semdiri. Jadi semuanya kami lihat di pemolu legislatif sebagai pijakan untuk pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024,” kata Widarto. [wir]






