Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali menjadi sorotan setelah pelatih kepala Paulo Jorge Coelho Meneses bersama dua asistennya, Hélder Sarmento dan Tiago Marques, resmi mengundurkan diri pada Rabu (18/12/2024). Keputusan ini diambil menyusul hasil buruk yang terus menghantui tim berjuluk Laskar Sape Kerrab selama musim kompetisi Liga 1 2023-2024.
“Setelah enam pertandingan mengalami kekalahan beruntun, Coach Paulo Meneses dan dua asistennya, Hélder dan Tiago, mengundurkan diri dari kursi kepelatihan karena hasil minor di laga yang dijalani,” ujar Direktur Utama PT PBMB, Annisa Zhafarina.
Madura United yang sempat menjadi harapan besar bagi para pendukung Madura Bersatu, kini berada di zona merah klasemen sementara. Dengan hanya mengumpulkan 6 poin dari 15 pertandingan — hasil 1 kemenangan, 3 imbang, dan 11 kekalahan — performa tim terlihat jauh dari ekspektasi. Hal ini menjadi alasan utama mundurnya Paulo Meneses dan tim kepelatihannya.
Untuk mengisi kekosongan posisi pelatih, manajemen Madura United kembali menunjuk Rahmad Basuki sebagai karateker. Sosok yang sudah tidak asing bagi tim ini diharapkan dapat membawa perubahan sementara waktu.
“Untuk sementara, tim akan kembali dipimpin karateker Coach Rahmad Basuki, sambil lalu manajemen mencari Pelatih Kepala baru bagi Laskar Sape Kerrab,” ungkap Annisa.
Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek sembari melakukan seleksi pelatih baru yang mampu mengangkat performa tim. Sementara itu, Rahmad Basuki diharapkan dapat segera menyusun strategi untuk mendongkrak moral dan hasil pertandingan Lulinha dan rekan-rekannya.
Selain perubahan di kursi pelatih, Madura United juga melakukan langkah tegas terhadap pemain asing yang dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal. Pemain asal Jepang, Yokoso Noriki Akada, resmi dilepas oleh manajemen. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi bahwa Yokoso gagal bersaing dengan pemain lain dalam skuad yang bermarkas di Pulau Garam.
Dengan kondisi tim yang tengah terpuruk, Madura United kini berada dalam tekanan besar untuk segera berbenah. Pendukung setia mereka berharap manajemen dapat segera menemukan pelatih baru yang mampu membangkitkan kembali performa tim dan membawa Laskar Sape Kerrab keluar dari ancaman degradasi. [pin/beq]






