Surabaya (beritajatim.com) – Paul Munster mulai melatih Persebaya Surabaya. Hal ini terlihat dalam akun sosial Persebaya yang meng-upload Paul telah berada di Kota Pahlawan. Dalam keterangan di akun tersebut dituliskan bahwa Paul akan berjuang demi kejayaan Persebaya.
Bahkan yang menarik, di latihan perdana di Lapangan Thor Surabaya, Kamis (4/1/2024), Paul Munster sudah bergabung dengan tim untuk latihan bersama.
Terlihat Paul Munster berkoordinasi dengan dua pelatih, yakni Muhamad Alumudin pelatih fisik dan Uston Nawawi asisten pelatih. Menurut pelatih asal Eropa ini, hari pertama dirinya lebih mengenal para pemain .
Selain itu, juga mengetahui bagaimana kondisi fisik pemain setelah libur panjang. Paul memberikan materi ringan dalam latihan perdana itu.
“Hari ini saya lebih melihat bagainana kondisi fisik pemain setelah libur panjang, saya hanya memberikan materi berlari saja. Yang jelas saya ingin memastikan pemain memiliki rasa nyaman saat berlatih di lapangan ini,” ungkap Paul.
Sebelumnya Paul memang santer menjadi bahan perbincangan di kalangan suporter hingga sosial media. Paul disebut bergabung dengan Persebaya Surabaya. Hasilnya benar. Pelatih muda dengan segudang prestasi ini bergabung.
Bahkan tak perlu adaptasi lama untuk berada dan melatih tim Indonesia meskipun Munster sudah dua tahun meninggalkan Indonesia pasca kontraknya tak lagi berlanjut dengan Bhayangkara FC.
“Adaptasi di Indonesia tidak begitu sulit, karena saya sudah pernah di sini. Saat ini saya masih terus belajar bahasa Indonesia,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, Paul Munster dikenal di Indonesia karena keterikatannya dengan tim milik kepolisian Bhayangkara FC di 2019 hingga 2022. Bahkan namanya semakin bersinar ketika bergabung dengan Timnas Brunei Darusallam pada tahun 2022 sebagai direktur teknik.
Paul Munster adalah pelatih berlisensi Pro UEFA, berlatih di tim Indonesia yang selalu mengandalkan formasi 4-3-3 dengan serangan sempurna. Sebelum berkarir sebagai pelatih, Munster adalah seorang pemain sepak bola di liga Eropa, jejak rekamnya cukup bagus. Berkarir dari tahun 2004, Paul sudah berlabuh di delapan tim di Eropa, salah satunya Anker Wismar hingga dirinya pensiun.
Di 2012, ia memulai membuka peluang karirnya sebagai pelatih kepala di Assyriska FC, hingga menangani beberapa tim nasional usia mudai di sejumlag tim. Salah satunya di Vanuatu pada 2019. Setalah itu barulah memilih Indonesia sebagai labuhan berikutnya hingga empat musim. [way/suf]






