Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengungkapkan rasa kecewanya atas hasil imbang yang diraih timnya saat menghadapi Arema FC dalam laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Senin (28/4/2025). Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan skor 1-1, hasil yang membuat ambisi Persebaya untuk naik ke peringkat kedua klasemen sementara BRI Liga 1 harus tertunda.
“Secara keseluruhan, saya kecewa karena mentalitas kami adalah menang untuk memenangkan pertandingan ini dan kemudian juga naik ke posisi kedua, tetapi ya itu sudah berakhir dengan hasil imbang jadi kami mengambil poin tersebut,” ungkap Paul Munster usai pertandingan.
Pelatih asal Irlandia Utara ini menyoroti mentalitas timnya yang sebenarnya sudah diarahkan untuk memburu kemenangan, namun ketajaman lini depan dinilai masih menjadi masalah utama. Meskipun secara statistik Persebaya unggul, namun peluang-peluang yang tercipta di depan gawang tidak bisa dimaksimalkan menjadi gol.
“Ya, saya sudah tahu ini adalah pemain yang kami miliki, jadi kami akan melakukan yang terbaik untuk mencetak gol hari ini, kami mencetak gol, tetapi saya kecewa dan permainan terbuka kami memiliki peluang untuk mencetak gol dan pemain kami kurang kejam di depan gawang, sederhana,” imbuh Munster.
Munster menyesalkan beberapa peluang emas yang gagal dimanfaatkan, salah satunya oleh Malik Rizaldi di penghujung pertandingan yang memiliki peluang satu lawan satu dengan kiper Arema namun gagal menambah keunggulan.
“Kami memiliki peluang bagus di akhir pertandingan dengan Malik Risaldi, satu menjadi satu dengan kiper, dan dia menembak langsung ke kiper tapi gagal, jelas saya kecewa. Namun kita juga tahu Arema juga memiliki peluang,” tambahnya.
Akibat hasil imbang ini, Persebaya Surabaya gagal mengamankan posisi kedua klasemen sementara BRI Liga 1. Saat ini, Persebaya memiliki poin sama dengan Dewa United, yakni 53 poin, namun harus rela bertahan di posisi ketiga karena selisih gol. (way/ian)






