Ipoh (beritajatim.com) – Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan, banyak pasien Indonesia yang kini memilih untuk menjalani operasi bariatrik di Malaysia. Pilihan ini didorong oleh kualitas layanan medis yang tinggi dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan negara lain.
Selain itu, teknologi medis yang canggih menjadi salah satu daya tarik utama bagi pasien yang mencari prosedur medis yang efektif dan aman.
Dr. Abdul Gafoor bin Abdul Mubarak atau yang akrab disapa Dr. G, merupakan salah satu nama terkemuka dalam bidang bedah bariatrik di Malaysia.
Sebagai CEO Klinik Qurus, dia telah berpengalaman lebih dari satu dekade dalam melakukan berbagai prosedur bedah bariatrik.
Klinik Qurus, yang baru-baru ini resmi diluncurkan pada 14 Februari 2025, telah menarik banyak perhatian berkat keunggulannya dalam menyediakan perawatan berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat.
“Kami memiliki pengalaman luas dalam bedah bariatrik, dan kami ingin memberikan akses perawatan berkualitas kepada pasien dengan teknologi terbaru dan biaya yang lebih terjangkau,” ujar Dr. G dalam wawancara tertulis kepada beritajatim.com, Sabtu (15/3/2025).
Dr. G menekankan pentingnya empati dalam memberikan perawatan medis. Menurutnya, hal itu membuat pasien merasa lebih nyaman dan percaya diri menjalani prosedur yang kompleks.
“Sikap empati kami sangat penting dalam membantu pasien merasa nyaman dan percaya diri menjalani prosedur bedah yang kompleks namun aman,” tambah Dr. G.

Klinik Qurus, yang berlokasi di KMC Medical Centre, Ipoh, menawarkan berbagai pilihan lokasi di rumah sakit ternama seperti Island Hospital, ALTY Hospital dan KPJ Damansara Kuala Lumpur.
Kerja sama dengan fasilitas medis ini memastikan pasien mendapatkan layanan terbaik dengan dukungan teknologi bedah robotik canggih, termasuk The Da Vinci Surgical System.
“Peralatan medis yang modern dan terbaru di Malaysia serta harga yang lebih murah, ditambah layanan kepada pasien yang profesional, menjadi daya tarik utama bagi pasien Indonesia,” tambah Dr. G yang sering berbagi pengetahuan tentang kesehatan melalui platform TikTok dengan lebih dari 669.000 pengikut ini.
Teknologi juga memainkan peran besar dalam perkembangan operasi bariatrik di Malaysia, terutama dengan penggunaan robotik dan AI. Teknologi canggih ini memberi keyakinan kepada pasien internasional, termasuk Indonesia, untuk memilih Malaysia sebagai destinasi utama untuk operasi bariatrik.
“Kami menggunakan teknologi terbaru, termasuk robotik untuk prosedur bariatrik. Ini membantu kami memberikan perawatan yang lebih presisi dan aman,” ujar Dr. G.
Meski operasi bariatrik dianggap sebagai solusi jangka panjang, Dr. G menekankan pentingnya pendekatan kombinasi antara operasi dan perawatan medis untuk hasil yang optimal. “Kombinasi antara operasi dan perawatan medis adalah kunci. Keduanya memiliki keuntungan masing-masing dalam mendukung kesuksesan pasien,” tuturnya.
Melalui teknologi robotik, pasien dapat merasakan luka bedah yang lebih kecil dan mengurangi risiko infeksi, yang memungkinkan mereka kembali ke aktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat. Meskipun biaya prosedur bariatrik lebih terjangkau, kualitas perawatan yang ditawarkan tetap memenuhi standar internasional.
“Dengan teknologi ini, prosedur bariatrik menjadi lebih presisi, minim invasif, dan memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat,” jelas Dr. G.
Klinik Qurus juga menawarkan layanan lengkap yang mencakup pengaturan visa, akomodasi, dan penjemputan dari bandara untuk pasien dari Indonesia. Dr. G memperkirakan hampir 2.000 pasien Indonesia setiap tahun memilih Malaysia sebagai destinasi perawatan medis mereka.
Terkait biaya, Dr. G menyebutkan bahwa operasi bariatrik di Malaysia jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. “Berdasarkan survei kami, biaya di Indonesia diperkirakan sekitar 150 juta, sementara di Malaysia selalu di bawah 100 juta,” ungkap Dr. G.
Jenis prosedur bariatrik yang paling banyak diminati oleh pasien Indonesia adalah balon dan sleeve gastrectomy. Kedua prosedur ini lebih terjangkau dan memiliki waktu pemulihan yang cepat.
“Pasien Indonesia lebih tertarik dengan prosedur ini karena biayanya murah dan waktu pemulihannya cepat,” jelas Dr. G.
Selain itu, Klinik Qurus juga menawarkan layanan follow-up pascaoperasi melalui video call, memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan optimal setelah kembali ke negara asal mereka.
“Kami selalu siap membantu pasien dalam proses pemulihan mereka, bahkan setelah mereka kembali ke negara asal,” katanya.
Tingkat keberhasilan operasi bariatrik di Malaysia sangat memuaskan, dengan penurunan diperkirakan pasien dapat menurunkan 25 hingga 30 kg dalam setahun, atau sekitar 70% dari berat badan berlebih. Selain itu, dalam hal komplikasi, Dr. G menegaskan bahwa tidak ada risiko yang lebih tinggi bagi pasien internasional.
“Setelah merawat hampir 4.000 pasien, kami belum menemukan komplikasi serius,” katanya.
Dengan semakin banyaknya pasien Indonesia yang memilih Malaysia untuk prosedur bariatrik, Dr. G juga menyampaikan bahwa Klinik Qurus selalu berusaha menjalin kerja sama dengan tenaga medis Indonesia untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara dalam bidang medis.
“Kami selalu mencari kerjasama dengan dokter dan tenaga medis Indonesia untuk menciptakan kemitraan yang aman dan kuat antara Malaysia dan Indonesia,” tutupnya. [beq]






