Surabaya (beritajatim.com) – Pasca lebaran, banyak masyarakat yang berbondong-bondong menjual simpanan emas pribadinya. Bukan hanya emas Antam, perhiasan emas juga kerap dijual untuk menambal kebutuhan.
Salah satunya yang terlihat di beberapa toko emas di kawasan Pasar Blauran Surabaya. Bukan hanya di toko resmi, di pengepul pembelian emas pinggir jalan pun banyak yang mulai menawarkan penjualan emas.
Ditemui Kamis (27/4/2023) siang, salah satu pembeli asal Perak, Wulandari mengatakan jika kebiasaannya adalah menjual emas setelah lebaran karena terhimpit kebutuhan untuk tambahan keuangan pasca lebaran.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/ini-alat-kontrasepsi-paling-banyak-diminati-warga-jatim/
Diakui ibu dua anak ini, ia membeli cincin dengan berat 2,5 gram ini satu bulan sebelum lebaran dan mudik, kebiasaan ini dilakukan dirinya karena setiap Idul Fitri pengeluaran kebutuhan melebihi ekspetasi. “Kebiasaan saya sebelum lebaran beli emas untuk jaga-jaga nanti setelah lebaran bisa dijual ketika kekurangan uang karena kebutuhan lebaran memang selalu overload ketika lebaran tiba,” ungkap Wulan.
Lebih lanjut dikatakan saat membeli harga emas masih Rp 600 ribuan persatugram untuk jenis yang 17 karat. Saat ini harga jual emas mencapai Rp 717 ribu. “Lumayan kita masih untung 100 ribu dari penjualan karena saya tahu kalau setelah lebaran itu harga emas pasti tinggi baik penjualan maupun pembelian,” ungkapnya.
Jika menurut data dari salah satu toko emas terbesar di Surabaya, Depaul per 27 April 2023 harga jual beli emas terhitung untuk kadar emas 8 sampai 9 karat harga jual mencapai Rp 409 ribu sedangkan harga beli Rp 465 ribu, untuk kadar emas 16 karat harga jualnya Rp 661 ribu sedangkan harga belinya Rp 735 ribu dan untuk kadar emas 17 karat harga jualnya mencapai Rp 717 ribu sedangkan harga jualnya Rp 815 ribu. (way/kun)






