Surabaya (beritajatim.com) – Kondisi cidera tulang belakang Risky Dwiyan berangsur membaik pasca mendapat penganan di rumah sakit Premier, Surabaya.
Dokter tim Persebaya Surabaya, dr. Ahmad Ridhoi, M.Si, mengatakan Risky sudah berangsur membaik meskipun saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.
Pemain asal Kediri ini sudah menjalani dua kali MRI, bahkan sebelumnya pihak rumah sakit menyarankan untuk melakukan operasi namun ada pertimbangan lain dari perkembangan akhirnya dibatalkan.
Baca Juga: Rumah Mewah yang Nyaris Dihancurkan Warga Plaosan Magetan Seharga Rp8 M
“Alhamdulillah berangsur membaik, Risky awalnya memang disarankan untuk operasi tapi sama dokter spesialis bedah syaraf disuruh kasih obat dulu ternyata membaik jadi operasinya dicancel, Respon dengan obatnya bagus,” ungkap dr Ridho, Rabu (16/8/2023).
Lebih lanjut dikatakan Ridho, saat ini pihak dokter yang menangani mantan pemain PON Jatim ini tengah berfokus pada pengembalian fungsi dari kaki dan tangan karena pasca kejadian kondisinya lemas dan kebas.
“Efek dari cidera tulang belakang kemarin itu membuat tangan dan kakinya lemas dan kebal makanya saat ini fokus mengembalikan fungsi itu dan saat ini sudah membaik sudah bisa kerasa,” imbuhnya.
Baca Juga: Mahasiswa PBSI Unisma Malang Rasakan Pembelajaran di Kampus Lain
Bahkan Ridho menegaskan jika pemulihan-nya masih belum bisa langsung dijawab, pasalnya setelah ini masih harus berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf.
“Kita pulihkan dulu tangan dan kaki karena efek dari cidera tulang belakangnya setelah itu dirujuk dan berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf untuk mengetahui kondisinya lebih lanjut,”tambahnya.
Diketahui sebelumnya Gelandang muda Persebaya Risky Dwiyan sedang dirawat di Rumah Sakit Premier Surabaya. Ia dirawat di sana sejak Senin sore (14/8/2023) karena mengalami cedera saat latihan di Lapangan Thor.
Baca Juga: Ubaya dan Unusa Masuk 17 Kampus Swasta Terbaik di Surabaya Versi Scimago
Karena kondisi yang cukup serius, ia sampai hari ini menjalani perawatan di ruang ICU (intensive care unit).
Dokter tim Persebaya dr Ahmad Ridhoi menjelaskan, cedera Risky berawal ketika ia melompat dan berusaha menyundul bola. Saat heading, kepala Risky tidak pas mengenai bola.
”Nah, pas landing dari menyundul bola itu, tulang belakang mengalami hentakan. Risky mengalami shock spinal cord injury,” kata dr Ridhoi. (way/ian)






