Jember (beritajatim.com) – Ternyata hanya ada satu tabung alat pemadam api ringan (APAR) di pasar baru yang terbakar, di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bupati Hendy Siswanto minta agar hal ini segera diperbaiki.
Fakta ini diketahui Hendy saat meninjau lokasi kebakaran lima kios di pasar baru tersebut, Senin (10/4/2023). “Ada lima kios yang terbakar, karena beban arus listrik. Banyak colokan baru sehingga terjadi arus pendek, konslet, terbakar,” katanya.
Berdasarkan pengakuan pedagang kepada Hendy, kerugian mencapai Rp 500 juta. “Itu menjadi tanggung jawab pengelola pasar. Kami akan panggil pengelolanya, karena di pasar ini tabung APAR hanya satu. Ada 1.114 unit (kios), tabung APAR cuma satu. Ini kurang banyak. Kami akan evaluasi dan panggil,” katanya.
Hendy meminta agar jumlah alat pemadam api ringan (APAR) diperbanyak. “Nanti biar dihitung berapa luasan gedung yang ada dan tabung pemadam. Kalau satu tabung kurang. Biar nanti dihitung sama pemadam kebakaran,” katanya.
Informasi yang diterima beritajatim.com, kebakaran terjadi pada pukul 05.45 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Sueb, seorang juru parkir. “Dia melihat ada kobaran api di toko baju Amalia,” kata Camat Kencong Muhammad Najmul Huda.
Melihat api berkobar, Sueb segera beterika memanggil Hasan, rekannya sesama juru parkir. Mereka berdua segera berlari ke toko baju itu untuk memadamkan api. Namun rupanya toko tersebut terkunci. “Mereka kemudian menghubunyi Polsek Kencong,” kata Huda.
Pemadam kebakaran dari Pos Ambulu dan Pos Kota Jember segera dihubungi. Jarak Pasar Baru Kencong dengan Pos Pemadam kebakaran Kota Jember sekitar 48 kilometer. Sementara jarak dengan Pos Ambulu sekitar 31 kilometer. Mobil pemadam kebakaran baru tiba sekitar pukul tujuh pagi.
Tak bisa menunggu lama, warga bersama petugas kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja membantu proses pemadaman dengan menggunakan alat seadanya. “Tujuannya agar api tidak menjalar ke toko yang lain,” kata Huda.
Dalam waktu kurang lebih setengah jam, api berhasil dipadamkan petugas pemadam. Dari hasil pendataan, empat kios yang terbakar milik Amalia dan satu kios milik Urmita. “Soal penyebab masih diselidiki. Tapi dugaan awalnya karena arus pendek listrik,” kata Huda. [wir]






