Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap memberatkan masyarakat, langkah kreatif dan penuh kepedulian sosial diambil oleh Pengurus Masjid Al Arsy, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Ponorogo.
Pada Senin pagi (16/9), mereka menggelar sebuah acara yang cukup unik, yaitu “Pasar Murah” dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan mulai dari Rp 1.000. Acara ini berhasil menarik ratusan warga setempat yang antusias ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh di bawah pasaran.
Pasar Murah ini tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk memperoleh barang kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi sarana sedekah yang terus berkelanjutan. Para warga yang berpartisipasi dalam acara ini dapat membeli berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, daging ayam, hingga minyak goreng. Semuanya dijual dengan harga yang sangat bersahabat.
Sebagai contoh, paket sayuran dijual mulai dari Rp 1.000, sementara daging ayam hanya dihargai Rp 10.000 per kilogram. Harga-harga ini jelas jauh di bawah harga pasaran. Sehingga pasar ini sangat dinantikan oleh warga, terutama di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit.
“Pasar ini sangat membantu kami, apalagi di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. Harganya sangat terjangkau,” kata Mega Ari, salah satu warga Desa Sidoarjo, Senin (16/09/2024).
Namun, manfaat dari Pasar Murah ini tidak hanya dirasakan langsung oleh warga melalui harga-harga yang murah. Hasil penjualan dari pasar ini, tidak digunakan untuk keuntungan pengurus masjid, melainkan diputar kembali untuk mengadakan pasar serupa setiap tiga bulan sekali. Sebagian dari pendapatan pasar, juga disumbangkan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di Masjid Al Arsy.
Sinta Sulistyowati, salah satu panitia penyelenggara, menambahkan bahwa pasar murah ini diadakan untuk menciptakan siklus sedekah yang berkelanjutan. Dengan adanya Pasar Murah ini, Masjid Al Arsy bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan solidaritas sosial bagi warga Desa Sidoharjo.
“Kami ingin agar kegiatan ini tidak hanya membantu warga saat ini, tetapi juga terus berlanjut untuk membantu masyarakat di masa mendatang. Hasil dari penjualan akan kami gunakan untuk kegiatan serupa, dan sebagian juga disumbangkan ke masjid,” pungkas Sinta. (end/ted)






