Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi menggelar pasar murah Ramadhan guna menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil untuk menekan dampak kenaikan harga pangan yang biasanya melonjak drastis selama bulan suci.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai komoditas utama hingga produk unggulan olahan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak hari pertama pembukaan karena selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibanding pasar reguler.
Salah satu pedagang yang menarik perhatian pengunjung adalah Iswantoro dengan lapak sayuran segar miliknya. Produk yang ia jual didatangkan langsung dari lahan pertanian produktif di kawasan lereng Gunung Semeru.
Sistem rantai pasok yang pendek tanpa melalui perantara menjadi kunci utama murahnya harga jual di lapak tersebut. Iswantoro memastikan kualitas sayuran yang ditawarkan tetap terjaga meskipun dibanderol dengan harga miring.
“Ini saya jual sayur-sayuran dari Tengger, diambil langsung dari petani-petani Tengger makanya lebih murah,” terang Iswantoro, Selasa (3/3/2026).
Selisih harga sayur yang ia tawarkan berkisar antara Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram dibandingkan dengan harga di pasar tradisional. Hal ini membuat komoditas seperti cabai, wortel, dan kol menjadi incaran utama para ibu rumah tangga.
Iswantoro merasa sangat terbantu dengan adanya gelaran pasar murah ini karena volume penjualannya meningkat pesat. Baginya, keuntungan tetap terjaga karena tingginya minat beli masyarakat selama periode Ramadhan.
“Untuk selisih harganya macam-macam, ada yang Rp 2.000-4.000 tergantung kualitas barangnya. Daya tarik pembeli lumayan tinggi sejak hari pertama,” tambahnya.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa agenda ini merupakan solusi konkret pemerintah dalam merespons fluktuasi harga pangan. Penyelenggaraan pasar murah difokuskan pada penyediaan bahan kebutuhan dasar yang saat ini masih bertahan di level harga tinggi.
Beras, telur, daging ayam, hingga aneka bumbu dapur menjadi prioritas utama yang disubsidi melalui mekanisme pasar ini. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi warga menengah ke bawah agar ibadah Ramadhan berjalan lancar.
“Jadi, tujuannya (pasar murah, Red) untuk mengakomodir, juga menyediakan barang-barang murah kebutuhan ibu-ibu rumah tangga selama Ramadhan,” ungkapnya. [has/beq]






