Malang (beritajatim.com) – Sedikitnya 1.500 warga Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, resah setelah janji Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) untuk pemasangan air sambungan rumah tangga atau pasang SR PDAM gratis, ternyata harus bayar.
Subsidi untuk air bersih di wilayah yang kerap kesulitan air ketika musim kemarau tiba, terpaksa harus menunggu lagi.
Biaya penyambungan gratis itu pernah disampaikan langsung oleh Perumda Tirta Kanjuruhan dalam acara sosialisasi dikantor Kecamatan Gedangan beberapa waktu lalu.
“PDAM pernah berjanji, pelanggan hanya diharuskan bayar rekening pemakaian. PDAM pernah menyampaikan sendiri kepada masyarakat, untuk biaya pasang baru Sambungan Rumah (SR) dulu bilangnya gratis,” ungkap Kepala Desa Gedangan, Hendik Krisdiyanto, Senin (17/3/2025).
Tetapi sekarang, kata Hendik, untuk pemasangan SR PDAM itu ternyata warga harus bayar sesuai tarif yang dikeluarkan PDAM atau Perumda Tirta Kanjuruhan.
“Kalau memang sudah ada sambungan pipa, calon pelanggan diwajibkan bayar Rp 550 ribu. Sebaliknya, jika belum ada pipa sama sekali, warga justru harus bayar Rp 700.000 ribu hingga Rp 1.000.000,” tegas Hendik.
Hendik menjelaskan, untuk jumlah calon pelanggan SR PDAM saat ini tercatat sebanyak 1500 KK. Dari jumlah itu, yang jelas, warga berkomitmen menunggu subsidi dari pemerintah seperti yang pernah disampaikan langsung kepada masyarakat.
Hendik bilang, sebulan lalu ketika rapat dikantor Kecamatan Gedangan, masalah penyambungan gratis kembali ia sampaikan kepada PDAM.
“Dulu bilangnya gratis. Akhirnya terjadi polemik di masyarakat. Usulan kami sementara masih ditampung. PDAM janji akan menyampaikan usulan ini kepada pihak yang lebih berwenang,” pungkas Hendi. (yog/ted)






