Mojokerto (beritajatim.com) – Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto membuka pendaftaran bursa bakal calon (bacalon) Ketua Ansor. Panitia mensyaratkan bacalon minimal didukung tiga Pengurus Anak Cabang (PAC).
Ketua Panitia Pelaksana Konfercab XVIII PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Anshor Ibnu Rido mengatakan, tahapan pengambilan formulir pendaftaran digelar selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/12/2021). “Pengambilan formulir untuk mempermudah penyeleksian berkas persyaratan bacalon,” ungkapnya, Kamis (9/12/2021).
Sesuai amanah Peraturan Organisasi (PO) PC GP Ansor, lanjut Anshor, setidaknya terdapat beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi bacalon. Meliputi, bacalon sudah harus menjalani masa kaderisasi hingga tahap Pelatihan Kader Lanjutan (PKL), atau setara Susbalan bagi anggota Banser.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ansor”]
Mengabdikan diri dalam kepengurusan GP Ansor atau dalam struktur Pengurus Cabang (PC) Nadhlatul Ulama (NU) Kabupaten Mojokerto selama tiga tahun. Serta mengantongi dukungan atau rekomendasi dari minimal 3 Pengurus Anak Cabang (PAC), plus minimal 20 ranting (setingkat desa/kelurahan).
“Namun jika ada yang mendaftar saat pelaksanaan Konfercab berlangsung, sepenuhnya kami kembalikan kepada pimpinan sidang. Artinya, kalau ada bacalon yang menyerahkan berkas pendaftaran boleh-boleh saja. Itu sudah kewenangan dari PW GP Ansor Jatim sebagai pimpinan sidang pengendali pemilihan,” katanya.
Dalam PO tidak diatur tahapan pengambilan formulir yang dijadwalkan selama dua hari. Menurutnya, hal tersebut inisiatif panitia demi mempermudah proses pemeriksaan berkas syarat pencalonan. Namun hingga Kamis malam, panitia belum ada bacalon yang mengambil formulir.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Metropolis (Mojokerto dan Jombang) PW GP Ansor Jawa Timur, Buddi Mulya mengungkapkan, bursa pencalonan ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto periode 2021-2025 hangat diperbincangkan, pihaknya berharap proses pemilihan akan berjalan arif dan kondusif.
“Syukur jika nanti proses pemilihan disepakati aklamasi melalui forum musyawarah mufakat. Itu akan lebih baik. Yang penting secara kapasitas organisasi, visi-misi dan ghirah membesar GP Ansor ini bacalon mumpuni. Tanpa ada tendensi kepentingan pribadi maupun politik,” terang Kepala Sekretariat dan Markas Satkorwil Banser Jatim ini.
Dari sederetan nama tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) belakangan santer disebut-sebut mencalonkan diri, mengerucut lima nama. Yakni Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhmmad Albarraa (Gus Barraa) yang merupakan putra pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet KH Asep Saifuddin Chalim.
Muhamad Syukron Fahmi (Gus Fahmi) yakni putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Kecamatan Sooko KH M Chusaini Ilyas. Sedangkan, tiga nama lainnya ada nama incumbent M Ali Nasikh (Gus Ali), Muhammad Mahammad Mahbubullah (Gus Mahbub) dari Kecamatan Pacet, serta Ketua PAC GP Ansor Mojosari Samsul Ma’arif.
“Lima nama ini, yang sampai sekarang masih menjadi perbincangan antar kader GP Ansor,” terang sumber internal PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]






