Sumenep (beritajatim.com) – Perum Bulog Kantor Cabang Madura mulai menyalurkan minyak goreng subsidi Minyakita langsung ke pedagang pasar tradisional guna memangkas rantai distribusi yang selama ini memicu gejolak harga. Langkah strategis ini dilakukan serentak di wilayah Sumenep dan Pamekasan untuk memastikan ketersediaan stok menjelang bulan suci Ramadan pada Kamis (29/1/2026).
Wakil Pemimpin Cabang Perum Bulog Madura, Muhammad Zaenal Muttaqin, menyatakan bahwa kebijakan baru ini memperbolehkan Bulog menyuplai pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua. Hal tersebut diharapkan dapat menekan harga di tingkat konsumen agar tetap stabil sesuai regulasi pemerintah.
“Kebijakan ini menjadi langkah strategis kami untuk memangkas rantai distribusi minyak goreng subsidi, karena selama ini terlalu panjang. Dan itu berkontribusi terhadap gejolak harga di pasaran,” terangnya, Kamis (29/01/2026).
Pada tahap awal, pendistribusian difokuskan menyasar para pedagang di Pasar Anom Baru Sumenep dan Pasar Kolpajung Pamekasan. Bulog telah menyiapkan alokasi sebanyak 1.800 liter Minyakita khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Pasar Anom Baru Sumenep.
Perum Bulog bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Polres Sumenep untuk mengawal proses penyaluran ini. Sinergi lintas instansi ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pengawasan ketat terhadap kepatuhan pedagang di lapangan.
“Pedagang juga harus menjual ke konsumen langsung dan sesuai dengan ketentuan HET Minyakita Rp 15.700/liter,” tegas Zaenal Muttaqin. Pihaknya tidak akan segan melakukan evaluasi terhadap pedagang jika ditemukan adanya praktik penjualan yang melampaui batas harga tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Idham Khalid, menambahkan bahwa intervensi ini merupakan upaya nyata menjaga kestabilan ekonomi daerah. Pengawasan dilakukan secara intensif untuk mencegah adanya oknum yang mencoba melakukan penimbunan atau penyimpangan distribusi.
“Kami juga melakukan pengawasan pada pedagang agar tidak melakukan penyimpangan dalam penjualan minyak goreng bersubsidi ini,” ucap Idham Khalid secara tegas. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh lapisan masyarakat di Madura dapat mengakses minyak goreng dengan harga terjangkau.
Program ini direncanakan akan segera diperluas ke seluruh pasar tradisional dan pengecer di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Madura. Langkah proaktif ini menjadi jaminan bagi warga bahwa stok pangan pokok, khususnya minyak goreng, berada dalam kondisi aman terkendali. [tem/beq]






