Pasuruan (beritajatim.com) – Diduga lalai tak tutup palang pintu, satu kendaraan minibus dan satu sepeda motor Honda Vario tertabrak kereta api di Desa Winong, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.
Untungnya tak ada korban jiwa dalam kejadian kali ini, melainkan kendaraan minibus dan sepeda motor mengalami kerusakan parah. Pada bagian depan minibus ringsek dan terlepas dari badan minibus.
Menurut Gusti, di dalam minibus hanya ada dirinya dan ayahnya, warga Kecamatan Gempol. “Saat itu ayah saya habis dari Surabaya mau pulang yang jalan dari arah utara ke selatan. Namun saat melintasi rel dan palangnya gak tertutup, ayah saya tertabrak sampai terpental,” jelas Gusti, Senin (26/8/2024).
Setelah terpental terkena kereta, kendaraan milik orangtuanya kemudian menabrak kendaraan Honda Vario yang berada di sebrangnya. Hal ini membuat sepeda motor terjepit di bagian depan mobil.
Gusti juga mengatakan bahwa kejadian ini merupakan kelalaian dari petugas palang pintu kereta api JPA 85 yang tak menyadari adanya kereta. Dirinya juga menyebut bahwa petugas palang pintu saat kejadian sedang berada di kamar kecil untuk buang air.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, Iptu A Kunaefi membenarkan kejadian tersebut. Kunaefi mengatakan bahwa saat kejadian palang pintu masih belum tertutup, hingga mengakibatkan kecelakaan.
“Saat kejadian palang pintu di JPA 85 masih belum tertutup, sehingga pengemudi tidak mengetahui jika ada kereta yang berjalan dari arah barat ke timur. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya singkat. (ada/kun)






