Malang (beritajatim.com) – Di tengah maraknya keluhan Pertalite ‘brebet’ yang diduga akibat oplosan, Guru Besar Fakultas Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) meluruskan simpang siur terkait penggunaan etanol sebagai bahan bakar.
Prof. Dr. Eng Eko Siswanto S.T., M.T., menegaskan, etanol pada dasarnya bukanlah bahan yang bermasalah bagi mesin kendaraan. Justru, menurutnya, banyak negara maju telah sukses mengadopsi etanol sebagai campuran bahkan pengganti bensin.
“Kalau etanol tidak ada masalah dengan motor,” tegas Prof. Eko kepada beritajatim.com, Selasa (4/11/2025).
Ia mencontohkan dua negara besar yang telah puluhan tahun menerapkan kebijakan bioetanol secara masif dan terstandarisasi.
“Bahkan di luar negeri, seperti USA sudah menerapkan etanol E10, bahkan Brasil sudah menerapkan full 100% etanol E100,” jelas guru besar bidang konversi dan konservasi energi tersebut.
Prof. Eko memaparkan perbedaan strategi kedua negara tersebut. Di Amerika Serikat, jelasnya, bahan bakar yang umum adalah Gasohol atau E10.
“Gasohol di USA adalah campuran bahan bakar yang terdiri dari bensin dan etanol anhidrat (etanol murni 99–100% tanpa air) dengan kandungan etanol sekitar 10%,” terangnya.
Menurutnya, AS telah menggunakan E10 sejak krisis energi 1970-an. Tujuannya jelas untuk mengurangi ketergantungan minyak impor, meningkatkan angka oktan, dan menurunkan emisi gas buang. Di AS, etanol umumnya diproduksi dari jagung yang melimpah.
Sementara itu, Brasil mengambil langkah yang lebih progresif. “Brasil sudah menerapkan full 100% etanol E100, tanpa campuran bensin sama sekali,” ujar Prof. Eko.
Ia menjelaskan bahwa Brasil menggunakan hydrous ethanol (etanol hidrat) yang masih mengandung 4–7% air. Kebijakan ini, yang dikenal sebagai program Proálcool sejak 1975, sukses menekan impor minyak dengan memanfaatkan tebu sebagai sumber energi terbarukan.
Keberhasilan di Brasil, lanjut Prof. Eko, didukung penuh oleh teknologi. “Mobil-mobil di Brasil umumnya menggunakan mesin flex-fuel yang dapat beroperasi dengan bensin, etanol murni, atau campuran keduanya,” katanya menutup keterangan. (dan/but)






