Surabaya (beritajatim.com) – Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri, angkat bicara mengenai kasus menimpa seorang siswa dari SMA Kristen Gloria Surabaya inisial EN.
Kasus EN menjadi viral di media sosial (medsos) lantaran disuruh sujud dan menggonggong seperti anjing oleh wali murid sekolah lain IV yang sakit hati anaknya dirundung oleh EN.
Reza menyebut bahwa permasalahan ini sudah seharusnya dipandang menggunakan sudut pandang lebih luas. Mulai dari mengapa IV marah marah hingga membuatnya nekat bersikap amoral.
Selain itu bisa pula kemarahan IV ini merupakan ungkapan refleksi mendalam yang dialami oleh anaknya. Sebab jika melihat dari informasi beredar ke belakang, kejadian tersebut ditengarai karena saling olok dan anak IV diolok-olok oleh EN.
“Media menyebutnya ledek – ledekan, tetapi siapa tahu, peristiwa yang dialami anak IV bisa disebut sebagai perundungan,” ungkap Reza ditulis, Rabu (13/11).
Jika memang benar ditengarai karena aksi perundungan lanjutnya, kondisi ini harus segera disikapi serius oleh pihak – pihak yang memungkinkan terlibat.
Jika tidak disikapi serius ini sudah bisa dipastikan, setiap orang tua tidak bisa menerima jika anaknya jadi korban perundungan.
“Dari situlah masalah ini yang sepatutnya disorot. Bukan hanya dari momen ketika lelaki (IV) mengamuk seperti terlihat di video beredar,” kata Reza.
Kemudian, Reza juga turut menambahkan bahwa perundungan merupakan pidana. Namun, karena ini menyangkut persoalan anak sedapat mungkin penyelesaian, dengan menggunakan mekanisme diversi.
“Penanganan sedapat mungkin lewat mekanisme diversi, bukan litigasi,” ucap dia.
Dalam berita sebelumnya, penanganan perkara EN dan IV yang menyuruhnya sujud dan menggonggong ini, masih didalami Polrestabes Surabaya. Polisi telah memeriksa delapan orang.
“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan kepada saudara ‘IV’. Kemudian juga kepada ke dua belah pihak orang tua, juga sudah diperiksa. Guru-guru sudah diperiksa. Kurang lebih ada sekitar 8 orang yang sudah diperiksa pada tanggal 22 dan sampai sekarang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (13/11) kemarin. [ram/aje]






