Malang (beritajatim.com) – Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi Gerbang Baru Nusantara, sebuah visi strategis yang diusung Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak.
Menurut Ruli Inayah Ramadhoan, M.Si., Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), langkah ini sangat realistis dan membutuhkan kolaborasi multisektor untuk sukses.
“Jawa Timur sudah saatnya membranding diri sesuai potensinya. Dari pelabuhan bertaraf internasional, 12 kawasan industri, hingga sektor agribisnis yang unggul, semua menunjukkan bahwa Jawa Timur mampu menjadi penopang utama visi nasional,” ujar Peneliti Pusat Studi Ilmu Politik UMM itu, Sabtu (14/12/2024) pada beritajatim.com.
Jawa Timur (Jatim) memiliki keunggulan geografis yang dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2, menjadikannya pusat strategis dalam aktivitas perdagangan internasional. Pelabuhan Tanjung Perak, salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, menjadi gerbang utama ekspor-impor barang.
Tak hanya itu, kawasan industri di Jatim yang tersebar di 12 lokasi memberikan peluang besar bagi investasi. Sektor agribisnis juga menjadi andalan, dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional melalui produksi padi, jagung, gula, susu, dan komoditas lainnya.
Ruli menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi ini. Ia menyebut, “Pemerintah daerah harus serius menggandeng universitas di Jawa Timur untuk mendukung riset, pendampingan kebijakan, hingga pengembangan SDM.”
Selain itu, optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari industri besar di Jawa Timur dinilai sangat penting. “CSR bisa diarahkan untuk pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, yang merupakan fondasi utama visi besar ini,” tambahnya.
Meski potensinya besar, sinkronisasi kebijakan antarwilayah menjadi tantangan yang harus segera diatasi. “Sinkronisasi ini penting untuk memastikan semua elemen berjalan ke arah yang sama. Namun, pola koalisi nasional yang mirip dengan daerah memberi peluang untuk konsolidasi yang lebih mudah,” jelas Ruli.
Ia optimis bahwa visi ini bisa tercapai dengan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor industri. “Dengan sinergi yang baik, Jawa Timur dapat benar-benar menjadi gerbang utama Nusantara, mendukung visi besar nasional di bawah pemerintahan baru,” tutupnya. [dan/beq]






