Lamongan (beritajatim.com) – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sepuluh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Lamongan diperpanjang. Itu karena pagu sekolah-sekolah tersebut belum terpenuhi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan Munif Syarif melalui Kabid Pendidikan SMP Disdik Lamongan, R Chusnu Yuli Setyo mengatakan bahwa 10 SMPN di Lamongan yang diperpanjang masa PPDB-nya ini kebanyakan berada di wilayah pinggiran Lamongan.
“Ada sekitar 10 sekolah tingkat SMP yang PPDB-nya diperpanjang,” ujar Chusnu saat ditemui wartawan di sela-sela sarasehan di Gedung Gajahmada Lamongan, Selasa (24/5/2022).
Penyebab kurangnya pagu itu, lanjut Chusnu, salah satunya dikarenakan input dari sekolah di sekeliling yang memang sedikit. Sehingga Disdik Lamongan memberikan toleransi perpanjangan PPDB.
Meski begitu, Chusnu menjelaskan, pagu itu sebenarnya sudah memperhitungkan kemampuan sekolah. Mulai dari sarana prasarana lembaga, guru, dan tenaga kependidikannya. “Kalau kurang sedikit sudah kami upayakan untuk PPDB-nya agar tak mengajukan perpanjangan,” jelasnya.
Lebih lanjut terkait calon peserta didik baru, Chusnu menuturkan, sebenarnya sudah bisa dipetakan oleh lembaga pendidikan dengan melihat berapa lulusan SD/MI di sekelilingnya. Karena memang kuota paling besar dari zonasi, serta kans untuk warga sekitar lebih banyak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ppdb”]
Masih kata Chusnu, SMPN harus mempertimbangkan lembaga swasta di sekitarnya. Menurutnya, lembaga swasta juga membutuhkan siswa dan tak menetapkan pagu. “Yang trennya bagus malah sekolah-sekolah negeri di lingkungan Ponpes yang pagunya sudah terpenuhi dan lebih diminati,” ungkapnya.
Menyikapi hal ini, Chusnu akan mengevaluasi dan melihat kendala-kendala yang dialami SMPN yang belum bisa memenuhi pagu ini, sehingga tahun depan untuk dilakukan pemetaan ulang.
“Akan dilakukan evaluasi dan diperbaiki ke depannya. Jika pagu ini dinilai terlalu besar, maka akan dilakukan pengurangan. Kemungkinannya juga karena jumlah lulusan SD/MI di sekitar lembaga memang kecil,” tandasnya. [riq/suf]






