Surabaya (beritajatim.com) — Padmedia Publisher meluncurkan buku Meniti Langkah Menuju Pensiun Bahagia, sebuah karya kolektif yang menyajikan panduan reflektif dan humanis menyambut masa pensiun.
Dalam rilis yang diterima redaksi beritajatim, Senin (28/7/2025), dipaparkan bahwa buku ini ditulis oleh 13 penulis dari berbagai latar belakang profesi dan pengalaman hidup, yakni:
1.Abud Somad Arief ( Ex Direktur Telkom )
2.Androceia Darwis ( Ex. KPW bank Indonesia )
3. Aryani Widagdo ( Fashion Educationist )
4. Bambang Ismanto ( Ex. Bank Indonesia )
5. Dukut Imam Widodo ( Penulis )
6. Freddy Istanto ( Ex. Universitas Ciputra )
7. Inge W. Benyamin ( Ex. Ubaya )
8. Kurnia Effendi ( Penulis )
9. Letty Lieza ( Ex. Telkom )
10. Muchtar AF ( Ex. Telkom )
11. Okin Lazuardy ( Ex. Telkom )
12. Weko Widodo ( Ex. Telkom )
13. Wina Bojonegoro.( Ex. Telkom )
Melalui kisah nyata, catatan pengalaman, serta panduan praktis, buku ini menghadirkan narasi bahwa masa pensiun bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan hidup yang lebih bermakna. Dalam peluncurannya yang digelar secara hybrid, akan diadakan talkshow bertajuk “Pensiun Bukan Akhir, tapi Awal Kehidupan Baru” serta sesi diskusi bersama para penulis.
“Lewat buku ini, kami ingin mengajak masyarakat memandang pensiun sebagai kesempatan baru—untuk bertumbuh, memberi, dan menikmati hidup dengan kualitas yang lebih tenang dan sadar,” tutur Wina Bojonegoro, penggagas buku sekaligus salah satu penulis.
Wina juga mengungkapkan bahwa tidak mudah mengajak menulis para pensiunan. Dari 25 orang yang diundang hanya 13 orang yang mengirimkan tulisan. Hal ini dapat dipahami, bahwa tidak semua orang bersedia mengungkapkan perjalanan masa pensiunannya. Beberapa juga merasa tidak sanggup menulis, karena tidak punya pengalaman di bidang tersebut. Ia berharap, buku ini dapat dibaca oleh mereka yang tengah Bersiap menghadapi masa pensiun, yaitu saat usia 50 tahun. Pengalaman-pengalaman para penulis dalam buku ini hendaknya menjadi semacam panduan agar sesiapapun dapat merancang masa pensiun tanpa penyesalan.
Benang Merah Buku
“Pensiun bukan akhir, tapi awal babak baru untuk hidup yang lebih sadar, bermakna, dan membebaskan.”
Semua tulisan mengandung pesan reflektif bahwa masa pensiun bisa dihadapi dengan sikap positif, jika disiapkan secara mental, spiritual, sosial, dan bahkan ekonomis. Para penulis menghadirkan perjalanan personal dari keterkejutan, kekosongan, hingga kebangkitan kembali dalam bentuk aktivitas, karya, cinta, atau kesadaran baru akan makna hidup.
Tema-Tema Umum yang Muncul
A. Transisi Emosional Menjelang atau Setelah Pensiun
Pain: Perasaan kehilangan peran, rutinitas, atau identitas sosial.
Solution: Menerima proses dengan pikiran terbuka dan mengisi ruang kosong dengan aktivitas yang memberi makna.
Tulisan terkait:
• Androecia Darwis – Tak Usah Cemas Menghadapi Pensiun
• Muchtar AF – Nikmati Masa Pensiun dengan Baik
• Aryani Widagdo – Menyulamkan Benang Berbagai Warna
B. Tantangan Psikologis: Kecemasan, Kebingungan, dan Kehampaan
Pain: Ketakutan akan “tak berguna lagi”, kebosanan, atau krisis eksistensial.
Solution: Menemukan “diri baru” dengan menggali minat lama, relasi hangat, atau spiritualitas.
Tulisan terkait:
• Kurnia Effendi – Pindah Taman Bermain
• Freddy H. Istanto – Tong Nggelundung
• Inge W. Benyamin – Sadar dan Waspada di Usia Pensiun
C. Hubungan dan Relasi Pasca-Pensiun
Pain: Ketegangan dengan pasangan atau keluarga karena perubahan pola hidup.
Solution: Menemukan kembali cinta dan keterhubungan melalui waktu yang lebih intim dan percakapan yang jujur.
Tulisan terkait:
• Dukut Imam Widodo – CLBK Setelah Pensiun
• Abdus Somad Arief – Pensiun Rasa Pengantin Baru
D. Pemaknaan Ulang: Pensiun sebagai Awal Baru
Pain: Merasa pensiun adalah “akhir” atau fase menurun dalam hidup.
Solution: Memandang pensiun sebagai ruang untuk berekspresi, berbagi, dan berkembang dalam cara baru.
Tulisan terkait:
• Bambang Is Widyantoro – Menuju Pensiun Riang Gembira
• Kurnia Effendi – Pindah Taman Bermain
• Wina Bojonegoro – Pensiun Dini, Peluang dan Jebakan
E. Spiritualitas dan Nilai-nilai Hidup
Pain: Kehampaan makna, keraguan, atau pencarian arah.
Solution: Menemukan pegangan melalui nilai-nilai spiritual dan prinsip hidup yang kokoh.
Tulisan terkait:
• Weko Wahyu Widodo – Nilai-nilai Kebenaran Jadi Bekal Pensiun
• Inge W. Benyamin – Sadar dan Waspada di Usia Pensiun
• Muchtar AF – Inspirasi Kehidupan
F. Pensiun Dini: Antara Kebebasan dan Bahaya Tersembunyi
Pain: Ilusi kebebasan namun terjebak tanpa rencana atau makna.
Solution: Membuat rencana matang sebelum memutuskan, serta membekali diri dengan wawasan dan fleksibilitas.
Tulisan terkait:
• Wina Bojonegoro – Pensiun Dini, Peluang dan Jebakan
• Androecia Darwis – Tak Usah Cemas Menghadapi Pensiun
Diterbitkan oleh Padmedia Publisher, buku ini menjadi sumbangsih nyata untuk memperkaya wacana seputar masa purna tugas di Indonesia. [but]






