Ponorogo (beritajatim.com) – Pemasukan dari sektor parkir di Pasar Malam Alun-alun Ponorogo selama Ramadan hingga Lebaran 2025 melampaui ekspektasi. Hingga Selasa, 15 April 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir telah menyentuh angka Rp70 juta, jauh di atas target awal tahun ini yang hanya dipatok Rp40 juta.
Padahal, gelaran Pasar Malam masih akan berlangsung hingga Senin, 21 April 2025. Artinya, potensi pemasukan ke kas daerah masih bisa terus bertambah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo, Wahyudi, menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan hampir 50 persen dibandingkan realisasi tahun 2024.
“Tahun lalu targetnya Rp 50 juta, tapi realisasinya tidak sampai, sehingga tahun ini kami sesuaikan menjadi Rp40 juta. Ternyata justru bisa melampaui jauh,” ungkap Wahyudi, ditulis Jumat (18/4/2025).
Menurutnya, lonjakan PAD tahun ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah padatnya agenda hiburan dan keagamaan yang digelar bersamaan dengan Pasar Malam. Acara seperti pengajian Gus Kautsar dan tadarus budaya Reyog dinilai menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke alun-alun.
“Kegiatan itu menarik massa dalam jumlah besar. Otomatis berdampak langsung pada pendapatan retribusi parkir,” tambah Wahyudi.
Capaian ini menjadi angin segar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, khususnya sektor perhubungan, yang tengah gencar mengoptimalkan sumber PAD dari sektor-sektor potensial. Dishub Ponorogo juga mengklaim bahwa pengelolaan parkir selama Pasar Malam berlangsung berjalan tertib dan sesuai regulasi.
Dengan sisa waktu pelaksanaan Pasar Malam beberapa hari ke depan, Dishub optimistis angka PAD akan terus bertambah.
“Kami tetap melakukan pengawasan agar semua titik parkir terdata dan pendapatannya masuk ke kas daerah,” pungkas Wahyudi. [end/aje]






