Ringkasan Berita:
- Pabrik arang di Desa Jebung Kidul, Bondowoso, terbakar pada Rabu dini hari.
- Kebakaran diduga dipicu bara arang yang belum padam saat dipindahkan ke gudang penyimpanan.
- Proses pemadaman berlangsung sekitar tujuh jam karena bara masih tersimpan di dalam tumpukan arang.
- Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta.
Bondowoso (beritajatim.com) – Kebakaran melanda sebuah pabrik arang milik Saiful di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026) dini hari. Api diduga berasal dari bara arang yang belum padam sempurna saat dipindahkan ke gudang penyimpanan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 06.12 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 02.00 WIB.
“Diduga kebakaran dipicu arang yang selesai dipanen pada sore hari kemudian dipindahkan ke gudang penyimpanan. Ternyata masih ada bara yang tersisa sehingga memicu api membesar dan membakar tumpukan arang di dalam gudang,” kata Vara Tedy.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi dengan mengerahkan empat armada, yakni Car Centro, Water Supply, Rescue, dan Isuzu Traga. Sejumlah karyawan pabrik juga ikut membantu proses pemadaman.
Menurut Vara, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena karakteristik arang yang masih menyimpan panas dan bara di bagian dalam tumpukan. Untuk memastikan api benar-benar padam, petugas harus mengurai tumpukan arang satu per satu.
“Pemadaman berlangsung kurang lebih tujuh jam hingga memasuki tahap pendinginan. Saat ini petugas memastikan tidak ada bara yang masih tersisa agar api tidak kembali menyala,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, gudang penyimpanan beserta tumpukan arang hangus terbakar. Meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Vara mengimbau para pelaku usaha pengolahan arang agar memastikan arang benar-benar dingin sebelum dipindahkan ke gudang penyimpanan. Menurutnya, bara yang terlihat kecil masih berpotensi memicu kebakaran beberapa jam kemudian apabila tertutup tumpukan arang.
“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha arang, agar memastikan tidak ada bara yang masih menyala sebelum arang disimpan. Langkah ini penting untuk mencegah kebakaran serupa terjadi kembali,” pungkasnya. [awi/beq]






