Surabaya (beritajatim.com) – Potensi start up Kota Pahlawan diprediksi menjanjikan. Hal ini terlihat dari acara Surabaya Start Up Fest 1.0 yang pesertanya mencapai ratusan pendaftar. Sekitar 110 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur berlomba menjadi pemenang Surabaya Start Up Fest 1.0 yang diselenggarakan bersama Creative Community Day 2022 di Balai Pemuda Surabaya.
Ozora Yatrapaktaja, Gobi Partners dan GK Plug and Play Indonesia digandeng Pemkot Surabaya sebagai penggagas Surabaya Start Up Fest 1.0 untuk mendobrak batas ekonomi yang ada di Kota Pahlawan.
Founding Partner Ozora Yatrapaktaja, Margaret Srijaya menjelaskan, bahwa orang Surabaya dikenal serba bisa dan tak sedikit yang sukses dalam skala nasional maupun internasional. Namun, sayangnya banyak dari mereka kemudian menetap di Jakarta dengan alasan ekosistem dan sumber daya untuk maju kurang memadai di daerah asalnya.
Padahal, jika bersinergi maka bisa membuat ekosistem yang diperlukan untuk memajukan perekonomian di ibu kota Jawa Timur. “Kami optimistis dengan kolaborasi antara Plug and Play, badan akselerasi yang ditunjuk langsung oleh Pak Jokowi pada 2016 silam, Pemkot Surabaya, Ozora dan Gobi dapat dengan baik meluncurkan start up ekosistem yang mumpuni dan memfasilitasi arek-arek Suroboyo untuk melesat lebih cepat lagi,” kata Margaret.
Sementara itu partner di Ozora yakni Andre Oentoro menerangkan, Ozora meyakini start up di Surabaya masih banyak yang belum terekspos, sehingga pihaknya ingin membuat ekosistem yang baik untuk membantu start up yang ada dapat naik level.
[berita-terkait number=”3″ tag=”start-up”]
“Kalau sekarang kita lihatnya start up yang sukses biasanya dari Jakarta, investor-investor tahunya start up dari Jakarta semua. Sedangkan kalau dari Surabaya nggak banyak, bahkan nggak ada. Harapannya 3 sampai 5 tahun ke depan kita bisa membantu start up yang ada di Surabaya menjadi Unicorn,” ucap Andre.
Andre melanjutkan, permasalahan start up di Surabaya kebanyakan kurang percaya diri untuk menjajakan karyanya kepada calon investor. Sehingga, dari acara ini dapat memunculkan start up yang valuasinya lebih dari Rp 10 miliar.
“Kami melihat di Surabaya banyak anak yang mampu bekerja, mereka semangat kalau bekerja. Tapi, mereka masih kurang bisa dalam ‘menjual diri’ atau menjelaskan kepada investor apa yang sebenarnya mereka bisa lakukan supaya memberikan impact. Di situ kita melihat kesempatan untuk membantu start up ini mendapatkan peluang lebih baik lagi,” terangnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Surabaya Start Up 1.0 bisa membuka peluang anak muda untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu.
Dari ratusan peserta Surabaya Start Up 1.0 akhirnya terpilih 10 terbaik perusahaan rintisan asli kota Pahlawan yakni Periksain.id, Seaping.id, Menno, Simplus, Carbon Addons, Portale Cloud Kitchen, Tanam Kota, Zemangat dan Looyal. Dan juaranya akan mendapat kesempatan memperoleh pendanaan dari investor untuk mengembangkan usahanya. [tok/suf]






