Surabaya (beritajatim.com) – Organisasi Putera Surabaya (Pusura) mengecam sebuah konten yang diposting oleh akun @viralforjustice, Senin (24/11/2025) kemarin. Kecaman dari Pusura itu lantaran salah satu konten yang viral dan dianggap bernada menyinggung kelompok masyarakat tertentu.
Konten yang dipermasalahkan oleh organisasi Pusura itu memiliki latar belakang warna putih bertuliskan:
‘Media ini hadir untuk mengawal kepentingan gerakan #forjustice yang lahir di Surabaya. Misi utama gerakan adalah mengembalikan hak, harkat dan martabat orang Surabaya terutamanya orang jawa’.
Postingan itu mendapatkan ratusan komentar, repost, hingga puluhan share ulang. Di dalam kolom komentar postingan tersebut, netizen saling beradu ketikan.
Ada yang mendukung postingan tersebut dengan menyudutkan salah satu suku yang ada di Surabaya. Namun, banyak juga yang mengecam pesan yang diposting oleh akun @viralforjustice itu karena dianggap memecah belah.
Menanggapi hal itu, Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah, menyayangkan adanya postingan tersebut. Menurutnya, pesan yang tertulis dapat membahayakan situasi kamtibmas di Kota Surabaya.
“Surabaya adalah rumah besar bagi siapa pun tanpa melihat latar belakang suku. Konten itu berpotensi memecah belah masyarakat, terutama terkait isu sensitif tentang warga pendatang yang tinggal dan hidup di Kota Surabaya,” jelas pria yang akrab dipanggil Cak Dullah itu.
Menurut Cak Dullah, siapapun yang sudah tinggal dan mencari nafkah di Surabaya, seharusnya tidak dibeda-bedakan. Sehingga, tidak boleh ada diskriminasi kepada kelompok tertentu apalagi sambil merasa suku sendiri lebih baik.
“Kalau sudah tinggal di Surabaya, ya kita menjadi orang Surabaya. Tidak perlu dibeda-bedakan Jawa, Madura. Dan kita punya kewajiban menjaga kondusifitas kota Surabaya,” tegasnya.
Cak Dullah menilai narasi yang muncul di video tersebut berpotensi menimbulkan gesekan horizontal jika tidak segera diluruskan. Sehingga, ia akan membawa isu ini ke dalam forum resmi untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa berkepanjangan.
“Persoalan ini akan saya bahas dalam rapat Forum Pembauran Kebangsaan dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik akun @viralforjustice memberikan klarifikasi lewat video yang diunggah ke Instagram. Dalam video tersebut, pemilik akun menjelaskan jika konten video yang viral itu merupakan gabungan dari berbagai bahan di media sosial. Lalu, untuk konten yang dipermasalahkan oleh Pusura, pemilik akun menjelaskan jika sebenarnya tidak ada niat dan tujuan untuk mendiskreditkan salah satu kelompok suku.
“Soal video itu, kan teman-teman dapat dari Tiktok. Video itu Bukan original dari kami. Kami hanya menggabungkan. Sementara untuk postingan suku jawa disana. Titik beratnya pada kami sebagai putra daerah. Kami tidak menyinggung suku lain,” jelasnya. (ang/ian)






