Jember (beritajatim.com) – M. Sholahuddin Amrulloh, tokoh kelompok suporter South Sector di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi manajer tim Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember (Persid), dalam kompetisi Liga 3 2023-2024. Ini kali ketiga suporter menjadi manajer.
Jo, sapaan akrab Sholahuddin, ditunjuk oleh Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit yang menaungi Persid pada akhir Juli 2023. Suporter pertama yang ditunjuk jadi manajer Persid adalah Septafani Rahmansyah pada 2014, dan manajer pada 2018 adalah Mirza Rahmulyono.
Nama Jo sendiri bukan nama asing di dunia sepak bola Jember. Dia sempat menjadi Ketua Pengurus Yayasan Persid Jember, yayasan yang menaungi Persid sebelum digantikan Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit.
“Setelah mendapat mandat menjadi manajer, kami sudah beraudiensi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Edy Budi Susilo) dan secepatnya akan beraudiensi dengan Bupati Hendy Siswanto,” kata Jo, Selasa (22/8/2023).
Rencananya, akan ada sepuluh suporter yang akan duduk di jajaran manajemen. “Seperti kata Bung Karno, ‘berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia’. ‘Berikan saya sepuluh pemuda Jember, maka akan kubawa Persid menuju kejayaan’,” kata Jo.
Berdasarkan informasi yang diterima Jo dari PSSI Asosiasi Provinsi Jatim, kompetisi Liga 3 akan digelar paling cepat pada Oktober 2023. Jajaran manajemen akan memilih sosok pelatih yang tepat untuk membentuk tim dalam waktu dekat.
“Sebelum itu, saya akan menyelesaikan hak-hak pemain dan jajaran pelatih Persid pada 2022 kemarin yang belum terbayarkan satu bulan. Saya sudah bertemu dengan pemain dan perwakilan pelatih,” kata Jo.
Jo juga akan membicarakan kembali kontrak pemain dan pelatih. “Saya tidak akan mengikuti sistem manajemen lama. Ini manajemen baru,” katanya.
Jo ingin memperbaiki manajemen. “Setelah memperbaiki manajemen, kami akan semaksimal mungkin berusaha. Yang penting Persid ikut Liga 3 dulu. Yang lain-lain menyusul,” katanya.
Jo tidak berani menjanjikan Persid bakal naik level ke Liga 2. “Saya tidak berani menjanjikan di awal, karena Ini masa transisi. Kami ingin sebelum naik kasta, manajemen internal baik dulu,” katanya.
Dua manajer dari kalangan suporter gagal membawa Persid naik kasta ke Liga 2. Jo berharap semua pemangku kepentingan bersinergi mendukung Persid. “Kami akan berkomunikasi dengan semua pihak, bahwa Persid ini identitas Kota Jember, kebanggaan Kota Jember. Persid tidak untuk dipertanyakan, tapi untuk diperjuangkan,” katanya.
Bagaimana dengan pendanaan? “Kami tidak akan mengajukan dana dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten Jember. Kami mencoba sebisa mungkin ‘disangga bareng arek-arek’. Kami akan cari sponsor,” kata Jo.
Jo sudah memiliki daftar calon sponsor. “Tinggal melakukan pertemuan. Kemarin kami menunggu surat keputusan yayasan kepada kami,” katanya. [wir]






