Banyuwangi (beritajatim.com) – Sepak bola Banyuwangi dari masa ke masa tidak pernah lupa pada satu klub kebanggaan yakni Persewangi. Meskipun klub berjuluk Laskar Blambangan itu belum mampu menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Loyalitas pendukung dan kebesaran namanya tak pernah hilang. Hingga kini, Persewangi Banyuwangi yang masih berjuang di Liga 3 masih banyak harapan.
Ya, harapan besar datang dari segenap pecinta sepak bola di Bumi Blambangan. Mereka ingin Persewangi Banyuwangi bisa mendulang sukses di masa depan.
Namun, harapan sukses itu sedikit berat lantaran berbagai hal. Ada beberapa yang harus dilalui untuk bisa meraihnya.
Seperti yang dikatakan Heri Viandoyo, mantan punggawa Persewangi Banyuwangi. Dia punya harapan besar untuk klub kebanggaannya itu.
BACA JUGA:
Banyuwangi Sedia 1.500 Dosis Vaksin Anjing – Kucing
“Persewangi dari dulu sampai detik ini adalah Persewangi Banyuwangi yang hebat dan tidak akan pernah berubah,” kata Heri, Kamis (13/7/2023).
Mantan pemain Deltras Sidoarjo itu juga memiliki pendapat tersendiri untuk Persewangi Banyuwangi. Dia menyebut, ada titik temu yang harus menjadi goal utama demi kejayaan klub tersebut.
“Sekarang saatnya jajaran pengurus Persewangi, tokoh-tokoh masyarakat, suporter dan para pihak terkait untuk duduk bareng untuk mencari solusi bagaimana mengelola Persewangi Banyuwangi yang lebih baik, maju dan kembali disegani oleh lawan di dunia sepakbola nasional,” ungkap pemain multifungsi ini.
Dia juga mengatakan, untuk melahirkan sebuah prestasi tidak bisa instant. Namun perlu proses panjang dan butuh perjuangan tanpa kenal lelah.
BACA JUGA:
Banyuwangi Jadi Lumbung Jagung dan Cabai Rawit di Jawa Timur
“Sehingga butuh manajemen yang bagus, pelatih dan pemain yang berkualitas, penyandang dana yang mampu mencukupi kebutuhan tim,” katanya.
Heri juga menyinggung hal inti yang perlu diperhatikan bagi manajemen Persewangi Banyuwangi. Salah satunya mengenai hak pemain dan pelatih.
“Klub harus memiliki fasilitas latihan dan pertandingan yang sesuai dengan standar nasional yang diterapkan oleh PSSI serta dukungan dari para suporter sebagai pemain kedua belas di lapangan,” pungkasnya. [rin/beq]






