Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Mauricio Souza mengakui kekalahan timnya dari Dewa United FC dengan skor telak 1-4 di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Minggu (22/10/2023) sore.
Pada laga pekan ke-16 Liga 1 tersebut, Laksar Sape Kerrab terpaksa harus menerima kebobolan sebanyak empat gol dari pemain Dewa United. Sementara mereka hanya bisa membalas sebiji gol melalui eksekusi penalti Junior Brandão.
Hal tersebut tidak lepas dari kegagalan anak asuhnya dalam mengatur ritme permainan, yang justru dijadikan sebagai ‘senjata mematikan’ oleh tim tamu yang datang dengan ambisi mencuri poin di markas lawan.
“Pemain lawan bermain dari kesalahan kita, dan mereka lakukan transisi melalui serangan balik dan membahayakan kita,” kata Pelatih Madura United FC, Mauricio Souza usai pertandingan.
Baca Juga: Madura United Keok 1-4 dari Dewa United di Gelora Madura
Memang pada laga tersebut, timnya mampu tampil dominan dan memberikan tekanan bagi Dewa United. Hanya saja mereka selalu gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol.
“Dalam beberapa momen kita bisa kuasai bola, tapi dari bola mati kita justru kebobolan, ditambah dengan serangan balik cepat yang diperagakan pemain lawan,” ungkapnya.
Hanya saja pihaknya tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang terus tampil konsisten sepanjang laga berlangsung. “Kita banyak kesalahan, tapi eksplorasi serangan balik lawan mampu mencetak gol ke gawang kita,” jelasnya.
“Tapi yang pasti tidak berubah seperti permainan yang selama ini Madura terapkan, tapi hari ini kita tidak bisa maksimal menyerang dan sebagian besar bertahan,” pungkasnya. [pin/ted]






