Surabaya (beritajatim.com) – Sekali lagi, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya tampak sepi dari kehadiran para suporter Persebaya, mirip dengan pertandingan kandang sebelumnya melawan Persikabo dua minggu yang lalu. Hanya 2.500 penonton yang tetap memberikan dukungan kepada tim Bajol Ijo meskipun tim tersebut sedang mengalami pasang surut pada saat itu.
Meskipun demikian, Persebaya berhasil bangkit dan membuktikan keunggulannya dengan kemenangan. Bahkan saat menjamu Persita, Sabtu (12/8/2023) sore, stadion dengan kapasitas untuk 55 ribu suporter ini hanya diisi oleh 3.000 suporter.
Andre Oktaviansyah, pemain asal Depok, Jawa Barat, memahami situasi ini. Ia menyadari bahwa suporter mungkin merasa kecewa dengan performa Persebaya dalam lima pertandingan sebelumnya, terutama ketika bermain di kandang dan tidak berhasil meraih kemenangan. “Mungkin kemarin kondisinya kurang mendukung, jadi jumlah penonton yang datang ke stadion sedikit, dan kami mengerti akan hal ini,” ungkap Andre.
Namun, apapun situasinya, meskipun stadion tidak dipenuhi oleh para Bonek dan Bonita (julukan untuk suporter setia Persebaya), tim asal Kota Surabaya tetap berjuang. “Sebenarnya, apakah ada atau tidak ada suporter yang datang ke stadion, kami tetap harus berjuang,” tambahnya.
Kini, Persebaya sudah mulai bangkit, dan para pemain merasa bahwa dukungan dari para suporter perlahan-lahan kembali terasa.
Dalam pertandingan kandang minggu depan melawan PSM Makassar pada Jumat (18/8/2023), harapan mereka adalah agar stadion dapat lebih ramai dengan suporter yang hadir, sehingga mereka dapat memberikan dukungan dan mengembalikan semangat bagi pemain Persebaya agar tampil lebih baik.
“Sedikit demi sedikit, kepercayaan kembali pulih, dan kami berharap dalam pertandingan melawan PSM Makassar di kandang minggu depan, suporter dapat lebih banyak hadir dan membantu membangkitkan semangat para pemain Persebaya,” tutupnya. (way/kun)
BACA JUGA: Persita Akui Susah Cetak Gol di Kandang Persebaya






