Surabaya (beritajatim.com) – Jordi Amat harus menelan pil pahit dalam debutnya bersama tim barunya, Johor Darul Takzim (JDT) di babak 16 besar Liga Champions Asia 2022. Pertandingan yang berlangsung Jumat (19/8) di Saitama Stadium melawan Urawa Reds itu berakhir dengan kekalahan telak untuk Klub Liga Super Malaysia, dengan skor 5-0.
Mantan pemain Klub Liga Belgia, KAS Eupen itu sejatinya digadang-gadang sebagai kunci JDT untuk lolos ke Liga Champions Asia. Sayang, keberuntungan belum berpihak pada Jordi dan JDT. Di babak awal pertandingan, mereka harus tertinggal tiga gol oleh Urawa Reds, tim asal Jepang.
3 gol dari Urawa tersebut dicetak oleh Alexander Scholz, David Moberg dan Moberg Karlsson. Meski tertinggal tiga gol dari tim tuan rumah, JDT bukan tanpa perlawanan. Klub raksasa Liga Malaysia itu juga memberi perlawanan yang cukup sengit. Sayang, mereka kerap kehilangan bola sehingga kehilangan momentum dalam melakukan serangan.
Johar sempat nyaris memperkecil skor di menit ke-60, lewat sundulan striker Fernando Forestieri. Namun, sundulan tersebut masih bisa ditepis oleh Takuya Iwanami.
Mencoba untuk menekan balik, JDT coba mengubah permainan. Pada menit ke 70, Jordi Amat diganti dengan Syahmi Safari. Namun, pergantian pemain tersebut tidak berdampak apapun. Klub Johar justru harus makin terpuruk, usai Kasper Junker, pemain pengganti Urawa Reds berhasil mencetak gol di menit ke-84.
Pada menit 90+1, Junker kembali berhasil membobol gawang Johar, sehingga skor menjadi 5-0. Hingga akhir pertandingan, tidak ada perubahan pada nilai skor. Artinya, tim Johar Darul Takzim harus rela tersingkir dari Liga Champions Asia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sepakbola”]
Siapa Jordi Amat?
Jordi amat pemain sepak bola berusia 30 tahun itu adalah mantan pemain klub Liga Belgia, KAS Eupen yang resmi bergabung dengan Johor Darul Takzim pada Juni lalu, selepas kontraknya dengan Eupen berakhir.
Jordi Amat sendiri diboyong oleh Malaysia dengan bebas transfer. Namun, meski demikian ia adalah pemain yang mempunyai nilai pasar tinggi di bursa transfer di Liga Malaysia, yakni sebesar Rp. 17,38 miliar.
Salah-satu alasan yang menjadikannya sebagai pemain paling mahal di Liga Malaysia adalah karena pengalaman Jordi dalam sepak bola Eropa. (Jhn/ian)






