Ngawi (beritajatim.com) – Sejumlah video viral beredar di media sosial yang membuat warga Ngawi resah. Video tersebut menunjukkan aksi pengeroyokan atau bentrok oknum perguruan silat yang geger pada Minggu (5/3/2023) pukul 04.00 WIB di Hutan Sanggrahan Desa Banyu Urip Kecamatan/ Kabupaten Ngawi.
Pun, Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera membenarkan adanya tindak pidana dalam kejadian itu. Yakni berupa penganiayaan serta pengrusakan sejumlah kendaraan bahkan ada dua motor yang hangus terbakar akibat pengeroyokan tersebut.
“Terkait isu di media sosial bahwa Ngawi mencekam itu tidak benar, yang ada adalah kejadian tindak pidana, dan saat ini sedang dalam proses penyidikan,” kata Dwiasi dalam apel pagi di Halaman Mako Polres Ngawi, Senin (6/3/2023).
AKBP Dwiasi juga berpesan agar digalakkan terus giat patroli skala besar demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, agar Polsek jajaran juga mengimbangi giat patroli.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bentrok-perguruan-silat”]
Sebelumnya diberitakan, sejumlah remaja dan pemuda asal Kabupaten Ngawi dikeroyok sejumlah orang tak dikenal. Diduga, ada sejumlah oknum salah satu perguruan silat yang mengeroyok mereka pada Minggu (5/3/2023) pukul 04.00 WIB dini hari. Dari sejumlah korban tersebut, dua diantaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi, Jawa Timur.
Lin (25) mahasiswa asal Desa Paras Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi jadi salah satu korban. Dia mengalami luka di kepala akibat pukulan benda tumpul dan babras di tangan kiri. Dia tidak terlalu ingat kejadiannya, yang jelas saat itu dia dilempar batu hingga dikeroyok. Motor miliknya yakni Honda Supra 125 nopol AR 6187 JAG hangus dibakar massa.
“Saya dan teman-teman pulang ngopi dari perbatasan Ngawi Bojonegoro. Sampai di Hutan Sanggrahan itu saya dan teman dilempar batu. Saya jatuh terus habis itu dihadang ratusan orang. Sudah saya gak ingat lagi saya,” kata Lin saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat RS Widodo, Minggu (5/3/2023)
Tak hanya Lin, pelajar SMP berinisial DY (16) warga Kecamatan Pangkur, Ngawi juga jadi korban. Remaja laki-laki itu mengalami luka di kepala. Hasil scan sinar X, tengkoraknya mengalami retak akibat pukulan benda tumpul.
Eko Agus, ayahanda DY mengatakan anaknya sempat mendapatkan pukulan batu di kepala. Saat berupaya kabur, dia sempat menyembunyikan motornya ke sawah-sawah agar aman. Kemudian, dia pun kabur dari lokasi kejadian dengan luka di tubuhnya.
“Ada retak sedikit di kepala. Tentu saya akan lapor polisi karena kejadian ini. Agar ada efek jera ya, makanya perlu ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Eko saat ditemui di RS Widodo.
Pun, dokter jaga IGD RS Widodo dr Robby Fandhita Kurniawan membenarkan sebelumnya ada 4 pasien yang masuk. Tiga orang rujukan dari Puskesmas Ngawi Purba, satu diantaranya datang sendiri. Dua orang lainnya sudah bisa pulang, sementara dua orang yakni DY dan Lin yang masih harus menjalani rawat inap.
“Yang dua perlu rawat inap karena ada keretakan tulang akibat pukulan benda tumpul. Saat kami tanya, mereka mengatakan kalau ada pengeroyokan,” kata Robby.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi berikut telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kasus itu dalam penanganan Satreskrim Polres Ngawi. (fiq/kun)






