Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi diduga terlibat kampanye yang mendatangkan salah satu calon wakil presiden (cawapres) beberapa waktu lalu. Kasus ini kini tengah dalam penanganan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Banyuwangi.
Terkait hal ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkomentar tegas. Dia meminta oknum yang bersangkutan maupun kades-kades yang lain untuk mengajukan cuti.
“Jika memang kepala desa ingin terlibat dalam kontestasi ini, atau ikut terlibat dalam pemilu, saya minta untuk mengajukan cuti seperti yang dilakukan oleh pejabat politik lainnya,” terangnya.
Dia menyatakan, kades atau perangkat pemerintah lainnya harus bijak dalam mengambil tindakan di masa pemilihan umum saat ini. Jika terlibat dalam kampanye, maka harus menanggung sendiri akibatnya.
“Kepala desa sebagai salah satu petugas aparatur sipil negara saya minta bisa menjaga netralitas,” ungkap Ipuk
Ipuk pun mencontohkan pengalamannya mendampingi istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Ganjar saat berkunjung ke Banyuwangi. Ketika itu, Ipuk dalam posisi cuti kerja. [rin/beq]






