Jakarta (beritajatim.com) – Pengeroyokan terhadap official Madura United pada Minggu (24/9/2023) mendapat respon dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Komdis menghukum tegas PSS Sleman.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada 28 September, yang kemudian dipublikasikan oleh website resmi PSSI pada 30 September, PSS mendapatkan dua sanksi.
Saksi pertama adalah larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga. Selain itu, PSS harus membayar denda sebesar Rp20 juta. “Jenis Pelanggaran: gagal memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap tim tamu,” tulis laman resmi PSSI.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penyerangan itu terjadi ketika konferensi pers usai pertandingan tengah berlangsung. Dilansir dari berbagai sumber, tiba-tiba ada oknum suporter PSS yang menyerang staf Madura United tersebut.
Konon, aksi kekerasan ini tak hanya dilakukan oleh satu orang saja. Namun dilakukan oleh sekelompok orang yang mengenakan penutup kepala.
BACA JUGA:
PSS Minta Maaf Usai Official Madura United Diserang Oknum Suporter
Panpel PSS akhirnya bersuara. Mereka meminta maaf atas insiden yang menimpa media officer Madura United di ruang konferensi pers Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu sore.
“Kami sudah melakukan koordinasi bersama pihak penegak hukum untuk melakukan investigasi dan mengusut oknum yang terlibat,” ucap Ketua Panpel PSS, Yuyud Pujiarto dalam laman resmi klub. [faw/suf]
![Official Madura United Dikeroyok, Komdis PSSI Sanksi Tegas PSS Sleman Aksi Francisco Rivera saat bertanding melawan PSS Sleman, di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (24/9/2023). [Gambar: Madura United]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230928_210724.jpg)





