Pasuruan (beritajatim.com) – Aksi balap liar di Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, kini bukan lagi sekadar hobi tersembunyi melainkan bentuk tantangan terbuka terhadap aparat kepolisian. Ratusan motor modifikasi sengaja berjajar rapi di bahu jalan seolah menunggu kedatangan petugas Satlantas Polres Pasuruan Kota untuk beradu nyali.
Para remaja ini tampak tidak memiliki rasa takut sedikit pun meski aktivitas mereka telah memicu keresahan luar biasa bagi pengguna jalan yang melintas. Mereka justru semakin berani memacu kendaraan dengan knalpot brong saat mengetahui pengawasan dari pihak kepolisian di wilayah hukum tersebut dinilai sangat minim.
Rekaman video dari warga menunjukkan betapa santainya para pembalap liar ini menguasai aspal di tengah suasana bulan suci Ramadan. Seolah ingin menunjukkan eksistensi, mereka tetap bertahan di lokasi meski risiko kecelakaan fatal dan penertiban paksa menghantui setiap saat.
Minimnya kehadiran personel kepolisian di titik rawan ini membuat para pemuda tersebut merasa di atas angin untuk terus menggelar sirkuit ilegal. Akibatnya, fungsi jalan raya sebagai sarana umum berubah total menjadi ajang pamer kecepatan yang sangat membahayakan nyawa.
“Jadi modelnya seperti kucing-kucingan dengan balap liar itu. Ketika diobrak sebelah sini, sebelah satunya mulai, kalau kita ke lokasi satunya sudah buyar, gitu terus,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, Sabtu (21/2/2026).
Pola permainan “kucing-kucingan” ini menjadi bukti bahwa para pelaku balap liar sudah mempelajari celah patroli yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Begitu petugas bergeser ke titik lain, kelompok ini akan segera kembali berkumpul dan memulai aksi balapan mereka dari awal lagi.
Kondisi ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang merasa fungsi Kamtibmas di wilayah Kraton tidak berjalan dengan maksimal selama Ramadan. Warga menilai para pembalap liar seolah-olah berhasil “memenangkan” jalanan karena aparat belum mampu memberikan tindakan yang memberikan efek jera permanen.
Tantangan terbuka dari para pemuda ini memerlukan respons cepat dan taktis dari Satlantas Polres Pasuruan Kota agar kewibawaan hukum tetap terjaga. Jika tidak segera ditertibkan secara masif, aksi nekat para pembalap liar di Desa Ngempit ini dikhawatirkan akan terus meluas ke wilayah lain. (ada/ian)






