Jombang (beritajatim.com) – Dua bulan terakhir ini menjadi angin segar bagi Kausar MD (41), warga Jl Penegak, Mojongapit, Jombang. Melandainya kasus Covid-19 membuat hari-harinya kembali diisi kesibukan. Dia kembali menggenjot produksinya. Meracik bahan, mengemas, kemudian memasarkannya.
Pengusaha muda ini sudah lima tahun memproduksi nutrisi untuk umpan ikan. Namanya ‘Protein Powder’. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, usaha milik Kausar ikut terpukul. Pesanan ke sejumlah daerah menurun. Dampaknya, penghasilan dari usaha tersebut juga terjun bebas.
Di tempat usahanya, Sabtu (20/11/2021), Ucang nampak sibuk. Dengan timbangan elektrik, dia menakar Protein Powder yang baru saja dia racik. Serbuk itu kemudian dimasukkan dalam kemasan plastik yang cantik. Kemasan bergambar dua ikan itu berisi 125 gram Protein Powder. Lalu, bagian ujung kemasan tersebut dimasukkan ke mesin press. Kemasan pun tertutup rapat.
Ucang, panggilan akrab Kausar, tidak sendiri. Ada tiga orang yang membantunya. Mereka adalah para karyawan produsen nutrisi umpan pancing tersebut. Usai pengepresan, dilanjutkan dengan pengepakan. Protein Powder yang sudah tertata kemudian dimasukkan ke dalam kardus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kolam-pancing”]
Ucang menuliskan alamat di kardus tersebut. Dia mengantarkan kardus berisi Protein Powder tersebut ke agen pengiriman barang yanga ada di Kota Jombang. “Protein Powder adalah serbuk aroma perangsang ikan untuk tambahan umpan pancing khusus air tawar (tombro, nila, patin, dll). Cukup tambahkan 3-5 sendok dalam umpan pancing. Bisa untuk umpan putih atau coklat,” kata Ucang.
“Ini kirim ke distributor Protein Powder yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemesanan Protein Powder kemabli meningkat sejak dua bulan terakhir. Karena sudah banyak kolam pancing yang buka, seiring melandainya kasus Covid,” tambah alumus Fakultas Hukum Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang ini.
Bermula dari Hobi

Di sela kesibukannya meracik serbuk protein, Ucang berkisah, dia memulai usahanya pada 2016. Saat itu dunia pemancingan sedang naik daun. Ucang melihat ada ceruk bisnis yang bisa dimasuki dalam dunia hobi tersebut. Apalagi, Ucang selama ini memang memiliki hobi memancing.
Setelah melakukan analisa usaha, Ucang pun memulai peruntungan baru tersebut. Pemasaran awal, hanya di jaringan komunitas pemancing. Walhasil, upaya tersebut berbuah manis. Protein Powder diterima di pasaran.
Langkah lainnya, Ucang mempromosikan hasil produksinya secara online.
Dia mengikuti puluhan grup pemancing yang ada di media sosial. Nah, lewat jaringan itulah Protein Powder dikenalkan. “Dalam sehari, saya ulpload 50 gambar di puluhan grup FB (facebook) penghobi mancing. Juga memasang iklan berbayar di FB. Dari situlah produk saya mulai dikenal,” ujarnya.
Tak hanya puas di situ, Ucang juga mendatangi distributor peralatan memancing di sejumlah kota di Jawa Timur. Tak ayal, dalam waktu dua tahun, Protein Powder dari Jombang ini merambah ke berbagai kota di Jatim. Mulai Mojokerto, Lamongan, Kediri, Sidoarjo, Malang, Surabaya, serta kota-kota lainnya.
Seiring laju waktu, pesanan Protein Powder juga merambah ke luar pulau. Di antaranya, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Pengiriman dilakukan sesuai permintaan. Terkadang satu minggu sekali, terkadang juga satu bulan sekali.
“Selain di kota-kota di Jawa Timur, kami juga sudah memiliki distributor di luar pulau. Semisal di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua. Karena saat ini kami hanya melayani tingkatan distributor,” kata ayah satu anak ini.
Merambah ke Malaysia, Omzet Tembus Rp 50 Juta

Ramainya dunia pemncingan, terus mendongkrak usaha yang digeluti Ucang. Selain ke luar pulau, permintaan juga datang dari negeri Jiran Malaysia. Distributor tunggal Protein Powder di Malaysia bernama ‘Wong Kim Yong’.
Ucang mengungkapkan, permintaan ke pasar Malaysia itu buah dari pemasaran yang dilakukan secara online. Karena tertarik, pengusaha asal Malaysia tersebut meminta dikirimi nutrisi itu. Bahkan, saat ini, sudah menjadi distributor tunggal Protein Powder di negeri jiran.
“Pengiriman ke Malaysia tiga bulan sekali. Dalam sekali pengiriman sebanyak 300 pcs Protein Powder. Bahkan saat terjadi pandemi Covid-19, permintaan ke Malaysia tidak terdampak. Masih jalan hingga sekarang,” kata Ucang sembari menunjukkan gambar distributor yang dimaksud.
Lantas berapa omzet per bulan selama menekuni bisnis ini? Ucang merinci, sebelum pandemi omzet penjualan nutrisi tersebut tembus Rp 50 juta per bulan. Namun situasi berubah saat terjadi pandemi dalam dua tahun terakhir. Itu karena adanya kebijakan pembatasa kegiatan masyarakat. Kerumunan-kerumunan dilarang. Akibatnya banyak kolam pemancingan yang tutup.
“Mulai 2020 ada penurunan omzet akibat pukulan pandemi. Sebelum pandemi, omzet kami Rp 50 juta per bulan. Namun mulai pandemi omzet tersebut anjlok hingga 80 persen. Saat gencar-gencarnya PPKM, omzet kami hanya Rp 5 juta per bulan. Turun drastis,” katanya merinci.
Menambah Jenis Produksi

Meski sempat terpukul pandemi, pengusaha nutrisi umpan pancing ini tidak lantas patah arang. Dia tetap berpikir keras untuk membidik ceruk bisnis yang sudah ditekuninya beberapa tahun itu. Dia akhirnya berpandangan bahwa dalam situasi pandemi tidak boleh menyerah.
Salah satu yang dilakukan Ucang adalah melakukan perbaikan di internal perusahaannya. Melakukan riset, serta membangun jaringan dengan agen-agen di market place. Sehingga ketika pandemi sudah usai, unit usaha miliknya bisa kembali berlari kencang.
Walhasil, selain Protein Powder, kini Ucang menghasilkan tiga produk lainnya. Masing-masing adalah Fixpro, kemudian Hoky Fish, serta Maxpro. Tiga produk tersebut masih berkaitan dengan dunia pemancingan. Fixpro merupakan cairan yang dioleskan pada senar pancing. Tujuannya, agar senar mudah tenggelam dan merawat senar serabut. Dalam satu botol Fixpro berisi 30 ml.
“Cairan ini memproses aroma essen menjadi maksimal dan mencegah penguapan. Sehingga aroma essen menjadi awet dan tahan lama. Meski demikian, Fixpro tidak mengubah aroma asli essen,” kata Ucang setengah berpromosi.
Sedangkan Hoky Fish adalah racikan umpan jadi yang teksturnya sangat lembut dan mengandung asam amino. Hoky Fish, lanjut Ucang, memiliki tiga varian rasa. Yakni, original, amis gurih, dan vanilla milk. Menurut Ucang, racikan umpan tersebut sangat cocok untuk lomba harian dan galatama ikan mas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umkm”]
“Lalu yang terakhir adalah Maxpro. Ini merupakan assen atau aroma pancing. Dalam satu botol kecil berisi 20 ml. Diformulasikan khusus untuk lomba galatama dan harian. Bisa untuk semua ikan air tawar di seluruh perairan Indonesia,” ungkapnya.
Kini, kasus Covid mulai melandai. Kolam pemancingan banyak yang buka. Maka tidak heran, sejak dua bulan terakhir ini bisnis yang digeluti Ucang mengeliat lagi. Pemesanan dari berbagai daerah mulai berdatangan. Tentu saja, omzet dari penjualan juga terkerek.
“Alhamdulillah, sejak kasus Covid melandai, kolam pancing banyak yang buka. Kini omzet penjualan nutrisi dan beberapa produk lainnya perlahan meningkat. Bulan kemarin omzet kembali naik. Tidak lagi Rp 5 juta, tapi berada di angka Rp 20 juta,” pungkas penghobi mancing ini. [suf]






