Jember (beritajatim.com) – Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah melihat pembangunan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terutama pembangunan infrastruktur jalan mulai terlihat. Pemerintah kabupaten dinilai mampu memelihara keharmonisan dengan semua kalangan.
“Alhamdulillah, sekarang beliau sudah ada yang mulai bisa dikerjakan yang terkait langsung dengan rakyat, seperti inftastruktur yang memang ditunggu jadi rasan-rasan (pembicaraan, red),” kata Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kencong KH Sadid Jauhari, usai menerima kunjungan Bupati Hendy Siswanto, di Pondok Pesantren Assuniyah Kencong, Kamis (14/4/2022).
Sadid menilai, kunjungan Hendy ke sejumlah desa selama Ramadan bisa menjadi sarana untuk menjelaskan apa yang dikerjakan selama memimpin Jember, terutama terkait masalah infrastruktur. “Semoga ia memimpin dengan baik di Jember. Kami hanya berharap Jember jadi baldatun thoyyibatun warobbun ghofur, makmur dan relijius,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Jember Djoko Purwanto. Pemerintahan Bupati Hendy memang belum bisa dilihat secara utuh karena baru berjalan. “Tapi sekarang yang kelihatan kan pembangunan infrasturktur jalan. Terasa kan masyarakat melihatnya,” katanya.
Djoko hanya menyoroti banyaknya pelaksana tugas yang menduduki jabatan nomor satu di organisasi perangkat daerah (OPD) pada 2021. “Itu sedikit banyak mempengaruhi kinerja OPD, karena pelaksana tugas tidak punya kewenangan menjalankan kebijakan strategis,” katanya. Saat ini, tinggal 15 jabatan eselon II dan III di tubuh Pemkab Jember yang diisi pejabat pelaksana tugas.
Muhammadiyah berharap Bupati Hendy bisa membangun sinergi lebih kuat. “Yang diharapkan sinergi pemkab dengan perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan tetap terjaga baik. Bagus kok, selama 2021 kemarin terjalin harmonis dan sampai sekarang tak ada masalah,” kata Djoko.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Sebelumnya di waktu dan tempat yang berbeda, Hendy sempat memastikan sebagian jalan dari proyek perbaikan jalan sepanjang 922 kilometer yang dibiayai dengan anggaran tahun jamak sudah mulus saat memasuki lebaran. “Beberapa paket sudah ada yang selesai 30 persen dan 60 persen. Average-nya belum kami hitung. Insya Allah, di lebaran kita targetkan minimal 65 persen selesai,” katanya.
Menurut Hendy, perbaikan dipercepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Kalau itu jadi, perputaran ekonomi kita bagus. Supaya masyarakat juga enak, ada gairah sehingga ekonomi berjalan. Memang sudah parah semua, dan tidak ada lain solusinya selain diselesaikan, lebih cepat lebih bagus,” katanya. [wir/but]






