Ringkasan Berita:
- Ning Ais menerima hearing mahasiswa Manajemen Pendidikan Unesa di DPRD Surabaya.
- Forum membahas pendidikan, fasilitas sekolah, hingga persoalan sosial remaja.
- Mahasiswa diajak aktif mengawal kebijakan dan pembangunan Kota Surabaya.
- DPRD Surabaya mendorong kolaborasi kampus dan pemerintah daerah.
Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kota Surabaya, Ais Shafiyah Asfar atau Ning Ais menerima kunjungan dan hearing mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam kegiatan “Edukasi Pendidikan oleh DPRD Kota Surabaya”.
Forum dialog tersebut menjadi ruang diskusi terbuka antara mahasiswa dan legislatif untuk membahas berbagai persoalan pendidikan hingga tantangan pembangunan Kota Surabaya yang berdampak langsung terhadap generasi muda.
Dalam pertemuan itu, Ning Ais menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam mengawal arah pembangunan daerah dan kebijakan publik. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan kota.
“Mahasiswa jangan hanya jadi penonton. Anak muda harus kritis, berani bertanya, dan ikut mengawal arah pembangunan kotanya sendiri,” kata Ning Ais.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari mahasiswa terkait pemerataan pendidikan, fasilitas sekolah, hingga persoalan sosial remaja di Surabaya. Mahasiswa juga berharap kebijakan pendidikan yang dibuat pemerintah lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat dan mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif serta merata.
Ning Ais menyebut kebijakan yang diputuskan hari ini akan memberi dampak jangka panjang terhadap generasi muda di masa mendatang. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dinilai penting agar kebijakan publik tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Karena kebijakan yang dibuat hari ini dampaknya juga akan dirasakan oleh generasi muda ke depan,” ujarnya.
Politisi perempuan DPRD Surabaya tersebut juga menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan kritik, masukan, dan gagasan terhadap pembangunan kota.
Menurutnya, forum dialog seperti hearing mahasiswa tidak boleh hanya menjadi agenda formalitas semata, melainkan ruang mendengar langsung suara generasi muda terhadap persoalan sosial di masyarakat.
“Forum seperti ini bukan sekadar seremonial, tetapi ruang untuk mendengar langsung perspektif mahasiswa terhadap persoalan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ning Ais juga mengajak mahasiswa lebih peduli terhadap isu daerah dan pelayanan publik di Surabaya. Dia berharap generasi muda tidak hanya fokus pada kegiatan akademik di kampus, tetapi juga aktif membangun kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
“Kalau anak muda mulai peduli dengan persoalan kota, maka lahir banyak ide dan solusi yang bisa membantu pembangunan Surabaya ke depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kota Surabaya berharap sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk membangun kebijakan yang lebih responsif, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas saja. Anak muda harus hadir di tengah masyarakat, ikut memberi gagasan, kritik, dan solusi agar pembangunan Surabaya benar-benar sesuai kebutuhan warganya,” pungkas Ning Ais. [asg/beq]






