Surabaya (beritajatim.com) – Hal yang paling menyenangkan saat Ramadan adalah ngabuburit, apalagi di bazaar makanan. Banyaknya menu yang terjadi bikin ngiler, langsung terbayang sedapnya buka puasa dengan makanan-makanan tersebut.
Meski begitu, berhati-hati dalam beli makanan tetap diperlukan. Pastikan makanan yang dibeli higienis dan segar.
Seorang pengguna Facebook asal Malaysia, Raydaa Alrashidi, membagikan pengalaman buruknya berbelanja makanan di bazaar. Karena kurang teliti, dia malah dapat lauk yang sudah tidak layak.
Dikutip dari World of Buzz, Raydaa membagikan pengalaman mendapatkan sedikit tambahan protein di Nasi Airnya. Nasi Air merupakan sajian yang popular di Kelantan, dengan tampilan seperti bubur sup dilengkapi beberapa tambahan toping atau isian.
Dalam unggapan video Raydaa terlihat sidedish atau makanan sampingan selain Nasi Air adalah semacam lauk dari olahan ikan. Pada awalnya semua tampak lezat. Tetapi saat Raydaa hendak menyantap ternyata terdapat hal mengejutkan yang ia dapat.
“Ada banyak orang yang berbuka puasa di restoran ini. Ini adalah satu-satunya restoran yang tersedia, restoran tertentu yang terletak tepat di depan Pizza Kota Bharu,” tulis Raydaa.
“Sayangnya, ikan itu penuh dengan belatung. Dan ketika saya memberi tahu pemiliknya, dia mengabaikannya dan mengabaikan kami.”
Mendapati hidangan yang dibelinya dipenuhi belatung, rencananya mengakhiri puasa dengan makanan lezat batal. Dia mengaku awalnya tidak melihat belatung dan baru tahu setelah membuka ikan saat akan dikonsumsi.
Video yang telah dibagikan lebih dari 2,3 ribu kali, melihat netizen mengecam pemilik restoran itu karena praktik bisnis mereka yang curang.
“Kami berharap pihak berwenang akan serius melihat masalah ini,” ujar warganet.
“Itu sampah, bagaimana bisa restoran menjual makanan seperti itu,” ujar lainnya.
“Ini Ramadan dan masih tega berbuat curang,” tambah lainnya.
“Jika itu aku, aku akan melemparkan lauk itu tepat di depan pemilik restoran,” timbal warganet lainnya.
Tidak hanya lezat, syarat makanan yang baik adalah higienis. Jika tidak, jangan harap tubuh bisa terhindar dari segala macam penyakit. Apalagi penyakit yang timbul akibat organisme lain. (adg/beq)






