Lamongan (beritajatim.com) – Ketua Millenial Nasdem Gresik, Amelia Firnanda Anwar, menggelar kegiatan Ngobrol Bareng bertajuk “Strategi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19”. Kegiatan bertempat di Resto You and Me, Jalan Poros Karanggeneng-Paciran, pada Sabtu (23/7/2022) ini mengajak kaum muda untuk melek digital.
Di hadapan puluhan pemuda Gresik dan Lamongan, Amel menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari misi perjuangan yang dilakukan oleh Nasdem Millenial. Utamanya dalam menggali potensi dan memajukan produk lokal.
“Ini adalah bagian dari misi yang kita perjuangkan bersama. Kita juga menggelar sejumlah latihan dengan menyiapkan mentor-mentor terbaik dan terus memotivasi para millenial agar lebih kreatif dan inovatif. Mari kita sama-sama belajar dan sharing. Ini kesempatan yang luar biasa,” ujar gadis lulusan Seattle University Amerika Serikat tersebut.
Selain memberikan pelatihan, Amel menambahkan, pihaknya juga telah banyak membantu dalam mengurus perizinan koperasi yang ada di tiap kecamatan.
“Atas bantuan itu, kini ada banyak koperasi yang sudah keluar perizinannya dari notaris, seperti Gresik Kota, Panceng, dan lainnya. Kita tidak berhenti sampai di sini saja, kita juga akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat lainnya melalui balai pelatihan gratis agar anak muda memiliki produk atau karya yang lebih bisa diterima oleh pasar modern,” terangnya.
Lebih lanjut perempuan berusia 22 tahun ini menyebut bahwa tujuan dari digelarnya serangkaian kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat pasca pandemi Covid-19, khususnya melalui wawasan pemanfaatan platform digital.
“Pemasaran melalui platform digital ini penting. Kemarin gara-gara PSBB, ada 51 persen segmen market baru. Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk pelaku UMKM,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”nasdem”]
Amel menyoroti, hambatan yang kerap dialami oleh para pelaku UMKM selama ini adalah persolan kemasan.
“Seperti yang kita ketahui bersama, persoalan packaging atau kemasan itu sering jadi masalah yang dialami oleh pelaku UMKM. Alhamdulillah, dari pelatihan yang sudah berjalan, sekarang banyak produk mereka yang sudah bisa masuk ke retail atau toko modern, karena mampu mengemas dengan kemasan menarik dan bisa menambah nilai jual dari produk yang mereka pasarkan,” paparnya.
Amel berharap, ke depan akan ada banyak anak muda yang tertarik untuk mengembangkan potensinya melalui pelatihan ini. Sehingga hal ini juga mampu mendongkrak penjualan dari produk yang mereka yang buat.
“Semoga nantinya juga banyak produk kita yang bisa tembus ke pasar internasional. Potensi ekspor luar biasa besar, karena SDA yang ada di Gresik-Lamongan terutama di bidang perikanan itu luar biasa sekali. Banyak potensi yang masih bisa digali,” tandasnya.
Sementara itu, pengusaha muda asal Paciran Lamongan, M. Chotibuddin, yang juga menjadi narasumber dalam kesempatan ini menyampaikan banyak motivasi dan semangat kepada para kawula muda yang hadir.
“Insya Allah kalau ada kemauan dan keinginan kita pasti bisa meraih tujuan kita. Melalui pelatihan-pelatihan seperti ini, saya percaya akan ada banyak anak muda yang kreatif dan inovatif nantinya,” ujarnya. [riq/beq]








