Ngawi (beritajatim.com) – Ketua Askab PSSI Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengapresiasi Sekolah Sepak Bola (SSB) Ngawi. Dari 18 SSB yang di bawah naungan Askab, sembilan di antaranya bisa ikut dalam Piala Ketua Askab PSSI Ngawi. Ini merupakan puncak prestasi bagi SSB Ngawi dan menjadi bukti komitmen mereka dalam mengembangkan talenta sepak bola di daerah ini.
Ketua Askab PSSI Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi ini. Dia menyebut ini sebagai puncak prestasi bagi SSB Ngawi dan menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil.
“Ini merupakan puncak prestasi bagi SSB Ngawi. Dari 18 SSB yang kami bina, 9 di antaranya bisa ikut dalam kompetisi ini. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan selama ini membuahkan hasil,” ujar pria yang lekat disapa Mas Antok itu usai final Piala Ketua Askab PSSI Ngawi di Stadion Ketonggo, Senin (13/5/2024).
Antok juga optimis bahwa prestasi ini akan terus berlanjut di masa depan. Dia mengatakan bahwa SSB Ngawi akan terus meningkatkan kualitas pembinaan dan memberikan persiapan yang terbaik bagi para pemainnya.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pembinaan dan memberikan persiapan yang terbaik bagi para pemain. Kami optimis bahwa prestasi ini akan terus berlanjut di masa depan,” katanya usai laga Ngrambe Putra vs Cinde Putra.
Untuk mendukung kesuksesan para pemain muda ini, Dwi Rianto mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ngawi, untuk memberikan waktu latihan yang memadai bagi para pemain.
“Kami akan berkoordinasi dengan Disdikbud Kabupaten Ngawi untuk memberikan waktu latihan yang memadai bagi para pemain. Hal ini penting untuk menjaga kebugaran dan performa mereka,” jelasnya.
Dwi Rianto juga mengimbau kepada para orang tua untuk mendukung penuh karir sepak bola anak-anak mereka. Ia yakin bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari semua pihak, para pemain muda Ngawi ini dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan.
Meskipun demikian, Dwi Rianto juga mengakui adanya beberapa kendala yang dihadapi oleh SSB Ngawi, terutama dalam hal waktu latihan. Ia mengatakan bahwa banyak pemain yang masih berstatus pelajar dan kesulitan untuk mendapatkan waktu latihan yang cukup, terutama saat menjelang ujian.
“Salah satu kendala yang kita hadapi adalah waktu latihan. Banyak pemain yang masih berstatus pelajar dan kesulitan untuk mendapatkan waktu latihan yang cukup, terutama saat menjelang ujian,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dwi Rianto mengatakan bahwa pihaknya akan mencari solusi yang terbaik, seperti mengadakan latihan tambahan di luar jam sekolah atau memberikan dispensasi bagi para pemain.
“Setelah ini tentu harus disiapkan pemain depan, tengah, belakang, dan kiper ya. Sekaligus fisik pemain disiapkan. Maksimal SSB mengantarkan di U-17, kemudian selanjutnya adalah tugas PSSU,” pungkasnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa SSB Ngawi memiliki potensi yang besar untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola berkualitas. Dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari semua pihak, SSB Ngawi diyakini dapat terus menorehkan prestasi di kancah nasional dan internasional.
Diketahui pertandingan Cinde Putra kontra Ngrambe Putra sengit. Keduanya imbang sampai peluit panjang di babak kedua. Pun, akhirnya Ngrambe Putra jadi juara usai menang adu penalti dengan skor 4-2 atas Cinde Putra.
Juara 1 : Ngrambe Putra
Runner Up. : Cinde Putra
Peringkat 3 : Internal FC
Peringkat 4 : Ngawi Raya
Topskor : Hendri Adi (Internal FC) 11 Gol
Kiper Terbaik : Syahzidane (Cinde Putra)
Pemain Terbaik : Bagus Aji (Ngrambe Putra)






