Probolinggo (beritajatim.com) – Seorang nenek asal Semarang ditemukan mengapung tak bernyawa di sungai Desa Wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, Senin (30/5/2022).
Korban diketahui bernama Salmi (75) warga Pringsari, Desa Pringsari, Kecamatan Pringarus, Kabupaten Semarang. Awalnya nenek ini bersama anak dan cucunya, berkunjung ke Dusun Kedungkajar, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, untuk menghadiri acara seribu hari meninggal besan korban.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tewas-tenggelam”]
Setibanya di rumah besan, korban yang sudah sekitar satu tahun mengalami pikun, keluar rumah tanpa pamit. “Banyak warga yang ikut membantu masak dalam selamatan (peringatan seribu hari besan korban) tersebut. Sekitar jam 10.30 WIB, tanpa diketahui keluarga, Salmi keluar rumah tanpa diketahui tujuannya,” jelas Aipda Antono, Kanit Reskrim Polsek Gading.
Karena korban tak kunjung kembalim maka dilakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan mengapung di sungai dalam keadaan tertelungkup. Dia sudah tak bernyawa. Terdapat luka memar pada pelipis kanan korban, yang diduga akibat terbentur batu pada saat terpeleset di sungai.
“Hingga sekitar jam 13.45 WIB, Salmi ditemukan meninggal di sungai dalam keadaan tertelungkup, pada pelipis kanan korban mengalami luka memar yang diduga akibat terbentur batu saat terpeleset di sungai,” ujar Antono. [tr/suf]






