Pasuruan (beritajatim.com) – Bahan bakar solar di Kota Pasuruan bagi para nelayan masih sulit. Sampai hari ini para nelayan masih kesulitan mencari solar.
Sehingga membuat para nelayan wadul ke anggota Dewan Kota Pasuruan. Dalam keluhannya ini para nelayan berdiskusi dengan salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan, Deddy Tjahjo Poernomo.
“Para Nelayan sampai saat ini masih kekurangan bahan bakar solar. Lalu yang kedua mereka minta adanya SPBU khusus nelayan,” kata Denny.
Politisi Golkar itu juga mengatakan bahwa saat ini nelayan tidak bebas dalam membeli solar. Para nelayan diharuskan untuk membawa surat rekomendadi dari Dinas Perikanan.
Sedangkan jika dalam satu SPBU kehabisan solar, solar yang baru akan datang 3 sampai 4 hari. Sedangkan jika nelayan di pesisir Pasuruan tidak mendapatkan solar, para nelayan tak bisa melaut.
“Aspirasi nelayan kita tampung. Pekan depan kita audiensi dengan OPD. Kita cari formulasinya dulu,” imbuh Deddy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-kota-pasuruan”]
Terpisah, Ketua Rukun Nelayan Kota Pasuruan, Gatot menambahkan, kebutuhan solar untuk nelayan di Kota Pasuruan setiap harinya mencapai 13 hingga 15 ton setiap harinya. Jumlah itu, guna mencukupi kebutuhan nelayan di Kota Pasuruan yang berjumlah 2.070 orang.
Sedangkan jumlah kapal dipesisir Pasuruan ini terdapat 505 kapal diantaranya kapal.kecil dan besar. Ia berharap segera pemerintah segera mampu membuat formulasi untuk mengatasi persoalan ini.
“Nelayan kan pendapatannya harian. Kalau tidak ada solar ya tidak melaut. Tidak dapat penghasilan,” ujar Gatot. (ada/ted)






