Bangkalan (beritajatim.com) – Nasib apes dialami S (45), pemilik toko emas asal Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Tas berisi ratusan perhiasan emas miliknya dijambret saat korban berhenti bermain catur di tepi jalan.
Aksi penjambretan itu terjadi di Desa Patereman, Kecamatan Modung, saat korban hendak pulang setelah menutup toko emas miliknya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo mengatakan, korban setiap hari membawa seluruh emas dagangannya pulang karena tidak memiliki brankas untuk menyimpan perhiasan di toko.
“Karena korban ini tidak punya brankas, jadi memang setiap hari semua emas dagangannya itu dibawa pulang,” kata Eriek, Rabu (2/09/2026).
Saat perjalanan pulang, korban tiba-tiba mampir di tempat warga bermain catur yang lokasinya tidak jauh dari toko emas miliknya.
Korban kemudian duduk dan ikut bermain catur. Sementara tas berisi seluruh perhiasan emas miliknya diletakkan di samping korban.
“Di situ korban duduk di tempat catur, posisinya memang di tepi jalan. Nah, tas yang isi semua perhiasan emas itu ditaruh di sampingnya,” ungkap Eriek.
Tanpa disadari korban, diduga pelaku telah membuntutinya sejak dari toko. Pelaku bahkan sempat berhenti dan membeli minuman kemasan di sekitar lokasi sebelum melancarkan aksinya.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pelaku terlihat seorang diri mengendarai sepeda motor matik. Pelaku juga tidak mengenakan helm maupun penutup wajah.
Pelaku kemudian mendekati lokasi korban bermain catur sembari memantau situasi lalu lintas. Begitu kondisi jalan dinilai sepi, pelaku langsung menyambar tas berisi perhiasan emas tersebut menggunakan tangan kiri.
Pelaku selanjutnya tancap gas meninggalkan lokasi dan membawa kabur tas berisi seluruh emas dagangan korban.
“Akibat penjambretan itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar lebih,” ujar Eriek.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi juga diperiksa guna melacak pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.
Terlebih, pelaku tidak menutupi wajahnya saat menjalankan aksinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang tengah didalami penyidik.
“Masih kami lakukan pemeriksaan dan kami akan segera menangkap pelaku,” tegas Eriek.[sar/but]






