Malang (beritajatim.com) – Bonus demografi di Indonesia membuat anak-anak muda usia produktif di Indonesia tak berhenti berinovasi. Mereka berlomba untuk menciptakan ide brilian untuk memecahkan sebuah solusi.
Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh My Teddle. Ide usaha ini muncul lantaran adanya keresahan mengenai baju bekas.
“Banyak sekali outfit yang dimiliki masing-masing orang. Namun, tidak menemukan cara untuk mengatasi permasalahan baju yang sudah menumpuk itu,” kata Rachel Regina Sutanto, Founder My Teddle.
Melalui cara tak biasa, Rachel dan tiga temannya (Gracea, Sonia dan Poe) menggagas ide yang dirasa bisa memberi solusi. Salah satunya, yakni menjahit ulang baju dan dipasang ke boneka Teddy Bear.
“Kalau orang-orang, biasanya jual beli baju bekas. Namun, kami memilih cara yang berbeda. Outfit yang dimiliki dijahit kembali dan dipasang ke boneka Teddy Bear untuk dijadikan kenang-kenangan lucu,” kata perempuan kelahiran 2003 ini.
Lebih lanjut, Rachel menguraikan, mereka membuka sistem workshop yang memberikan pengalaman langsung bagi pelanggan mereka yang ingin menjahit ulang bajunya.
“Desainnya bisa custom dan ditentukan oleh pelanggan. Dalam workshop itu, saya dan teman-teman menjahit sendiri sesuai dengan keinginan pelanggan,” kata dia.
Sejauh ini, My Teddle sudah memiliki beberapa pelanggan. Di antaranya anak-anak usia 4-8 tahun hingga orang dewasa. Menurutnya, para pelanggan tersebut merasa antusias dengan kehadiran My Teddle.
“Mereka merasa terkesan, baju kesayangannya bisa dibuat cantik dengan boneka Teddy Bear, bisa dibuat pajangan juga,” kata dia.
Baca Juga: Disparbud Kabupaten Malang dan Ngalup.co Bentuk Komunitas Konten Kreator
Menurut Rachel, setiap baju yang dimiliki oleh setiap orang memiliki memori sendiri-sendiri. Bahkan, melalui cara ini, bisa mengenang orang-orang terkasih yang sudah meninggal dunia melalui baju kesayangan yang pernah dipakai.
“Baju-baju ini dijahit kembali dan dipasang ke sebuah boneka teddy bear. Kami memilih boneka ini karena unisex dan hampir semua orang suka dengan Teddy Bear. Serta, pattern untuk jahitnya juga tidak ribet,” papar dia.
Selain workshop, My Teddle juga menerima pesanan baju online untuk kebutuhan kado.
“Misalnya, ada teman saya yang ingin beri kado ke pacarnya. Dia pesan Teddy Bear menggunakan baju balet. Kami bisa buatkan, bahannya juga dari kain bekas,” lanjut dia.
Ke depan, Rachel berharap, bisnisnya ini mendapat tempat yang tetap dan juga mengembangkan desain baju yang akan dipasang ke Teddy Bear.
“Kami akan terus melakukan inovasi. Selain mengajak orang untuk aware terhadap baju bekas, harus menambah pengalaman dan keterampilan juga. Selain itu, juga ingin membuka lapangan pekerjaan baru. Utamanya, bagi ibu rumah tangga maupun teman-teman disabilitas,” tandas dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
==============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






