Malang (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 telah memberi kesadaran yang lebih tinggi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Dalam situasi ini, peluang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi semakin terbuka.
Cofilm+, sebuah inisiatif bisnis yang bermula dari Surabaya, telah berhasil menciptakan terobosan di bidang kesehatan. Awalnya berfokus sebagai produsen pelapis cat anti virus dan bakteri, Cofilm+ mengembangkan produk ini dengan menggunakan tembaga foil sebagai prototipe.
Kini, produk ini telah berevolusi menjadi penyedia pelapis cat anti virus dan bakteri yang mampu mematikan 90 persen virus dalam 10 menit dan 99,9 persen dalam satu jam.
“Kami memulai Cofilm+ pada tahun 2020. Saat masa pandemi, saya menyadari bahwa banyak orang khawatir tertular virus Covid-19 melalui pegangan pintu di ATM dan sejenisnya,” ungkap Royyan Wafi Pujiyanto, Co-founder Cofilm+.
Startup yang berawal dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini awalnya fokus pada pembuatan tembaga foil dan perak. Namun, setelah penelitian lebih lanjut, mereka menyadari bahwa daya tahan anti bakteri masih perlu ditingkatkan.
“Dengan berdiskusi bersama Dr. Agung Purniawan ST,. M.Eng, seorang ahli dari bidang teknik material ITS dan pendiri kami, kami melakukan penelitian lebih mendalam. Hasilnya adalah metode pelapisan yang lebih efektif dan kuat dalam menghadapi bakteri,” terang Wafi.
Cofilm+ tidak hanya berfokus pada tempat-tempat umum, tetapi juga mengembangkan produknya untuk melindungi fasilitas di rumah sakit.
“Kami tidak hanya melindungi pegangan pintu, tapi juga pembatas tempat tidur di rumah sakit. Saat ini, beberapa rumah sakit dan klinik di Surabaya telah menjadi mitra kerja kami,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Cofilm+ juga mendapatkan kepercayaan untuk memberikan proteksi pada gagang pintu, kursi, dan lainnya selama pelaksanaan G20 di Bali baru-baru ini.
“Ini memberikan kepastian kepada orang-orang bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang virus dan bakteri yang mungkin ada di udara,” lanjut Wafi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”showup”]
Meskipun begitu, Cofilm+ masih fokus pada edukasi masyarakat. Masih banyak yang belum menyadari pentingnya melindungi diri dari potensi virus dan bakteri di fasilitas umum.
“Salah satu langkahnya adalah terus melakukan penelitian dan menyebarkan hasil uji teknologi kami,” jelasnya.
Baru-baru ini, Cofilm+ meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai perusahaan inovasi kesehatan yang berhasil mengatasi 149 peserta lain dalam nominasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus tumbuh dan berinovasi. Kami akan terus berinvestasi dalam penelitian untuk melindungi dari bakteri dan virus. Kami akan menciptakan inovasi yang lebih canggih di masa mendatang,” pungkas Wafi. (ted)






