Ponorogo (beritajatim.com) – Perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kian dekat.
Bupati Sugiri menyebut, mutasi bukan sekadar urusan administratif. Setiap kepala dinas, dituntut mampu menerjemahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Penerjemahan RPJMD itu, dituangkan dalam program nyata yang sejalan dengan visi percepatan pembangunan di Bumi Reog.
Kang Giri sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko memastikan dirinya sudah menerima hasil uji job fit para kepala dinas yang digelar Panitia Seleksi Daerah (Panselda). Meski begitu, orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu masih menahan diri untuk mengumumkan detailnya. Dia mengaku butuh waktu untuk mengkaji secara lebih matang sebelum menentukan arah mutasi pejabat di lingkup kerjanya.
“Sudah saya baca hasilnya. Ya nanti harus paparan lagi ke saya kalau ditempatkan sebagai kepala dinas,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (20/8/2025).
Selain menyangkut pengisian jabatan strategis, rencana mutasi kali ini juga akan menutup kekosongan pimpinan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di mana saat ini OPD tersebut masih dijabat pelaksana tugas (Plt). Pun juga untuk mengisi posisi kepala dinas yang memasuki masa purna tugas.
Kebijakan mutasi ini, kata Kang Giri bukan hanya soal memindahkan pejabat dari satu kursi ke kursi lain. Lebih dari itu, langkah ini diarahkan agar setiap OPD mampu memperkuat fondasi fiskal Ponorogo.
“Bukan sekedar memindah. Karena Ponorogo harus memiliki fiskal yang bagus dan kuat dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD),” harapnya.
Selain menyangkut pengisian jabatan strategis, mutasi kali ini juga akan menutup kekosongan pimpinan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt), termasuk posisi kepala dinas yang memasuki masa purna tugas.
Kang Giri menambahkan, kebijakan mutasi bukan hanya soal memindahkan pejabat dari satu kursi ke kursi lain. Lebih dari itu, langkah ini diarahkan agar setiap OPD mampu memperkuat fondasi fiskal Ponorogo.
“Bukan sekedar memindah. Karena Ponorogo harus memiliki fiskal yang bagus dan kuat dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD),”
Dia menegaskan bahwa pergeseran jabatan merupakan hal wajar dalam roda pemerintahan. Dirinya bahkan menyebut mutasi sebagai sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari.
“Mutasi itu ibarat matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat, jadi sebuah keniscayaan. Semuanya harus siap diajak berpikir maju,” pungkasnya. (end/ted)






