Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik memiliki ikon wisata baru. Museum digitalisasi Gresik Universal Science (GUS) namanya. Keberadaan museum edukasi berkonsep serba digital itu diharapkan bisa menarik banyak wisatawan.
Berlokasi di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, bangunan GUS mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pengunjung bisa memanfaatkan bus Trans Jatim rute Gresik–Mojokerto, kemudian turun di depan halte GUS. Selanjutnya, pengunjung berjalan kaki sekitar 50 meter dan akan terlihat dua bangunan berwarna putih mirip Masjid Al-Jabbar Bandung.
Gedung GUS sendiri terdiri dari tiga lantai dengan total 12 zona edukasi. Di lantai satu terdapat lima zona, yakni zona integration, sejarah Gresik, makanan khas Gresik, serta kebudayaan.
Selanjutnya, lantai dua memiliki empat zona, yaitu impression room, sejarah Islam Gresik, mirror room, dan sejarah Gresik masa lampau. Sementara lantai tiga menghadirkan tiga zona, di antaranya zona sejarah Islam Gresik, zona mainan jadul, serta future home.
“Gedung GUS diharapkan menjadi wisata edukasi digital yang menarik. Mulai dari video mapping, sejarah, hingga kuliner. Lokasinya juga mudah dijangkau karena terintegrasi Trans Jatim,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani di sela-sela soft launching, Rabu (24/12/2025).
Bupati milenial ini menuturkan, kawasan tersebut sebelumnya kurang termanfaatkan. Kini, keberadaan GUS diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat, menjadi destinasi wisata baru pada 2025, sekaligus sarana rekreasi edukatif bagi pelajar maupun keluarga, terutama pada momentum libur sekolah.
“Semoga GUS menjadi wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat Gresik. Untuk teknis harga dan mekanisme kunjungan akan ditindaklanjuti oleh karang taruna sebagai pengelolanya,” tuturnya.
Sementara itu, Dyo (48), salah satu warga Kecamatan Balongpanggang, menyatakan dirinya mengapresiasi adanya gedung GUS. Selain sebagai wisata edukasi, pada pagi hari kawasan tersebut ramai dimanfaatkan warga sekitar untuk jogging. “Kalau bisa UMKM di sekitar bangunan GUS diberdayakan supaya ekonomi kerakyatan hidup sekaligus menarik wisatawan,” pungkasnya. (dny/kun)






