Surabaya (beritajatim.com) – Murid SMAN 10 Surabaya berhasil meraih medali emas pada ajang WICO 2023 di Korea Selatan beberapa waktu lalu. Capaian itu memang ‘worth it’ dengan hasil inovasi yang mereka ciptakan.
SMAN 10 Surabaya menang di kategori science innovatif. Karya inovasinya yakni berjudul ‘Inkubator Musik : untuk Memproduksi Probiotik Tingkat Lanjut dan Kecepatan Fermentasi Tapai Singkong dengan Musik Gending Jawa’. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas musik untuk mempercepat laju fermentasi pada singkong atau tape. Ada 4 jenis musik yang dipakai dalam percepatan laju fermentasi itu, yakni jazz, rock, klasik dan gending jawa.
“Dari hasil penelitian kami, musik gending jawa hasilnya paling efektif untuk pertumbuhan bakteri lactobasilus. Hasil fermentasinya pun lebih baik,” ungkap Ketua Tim Moonieque Angelina, Rabu (2/7/2023).
BACA JUGA:
Menengok Tiga Prioritas Pendidikan di Jawa Timur Pasca-pandemi Covid-19
Dengan musik gending jawa, menurutnya bakteri di tape lebih banyak, yaitu 7,0-7,9 juta bakteri. Sedangkan tape biasa tanpa stimulasi hanya 5.6-7.6 juta bakteri. Jenis prebiotik ini, kata dia, merupakan bakteri baik yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Angela menyebut jika laju fermentasi tape biasa pada umumnya menghabiskan waktu 72 jam. Sementara ketika manggunakan musik gending hanya butuh waktu 24 jam, dan jumlah probiotik juga jauh lebih banyak.
“Pada dasarnya kita belum mengetahui mana yang tepat. Kita penelitian di frekuensi yang biasa. Dari 500-1500 hz ini yang paling cepat. Lalu kita teliti musiknya. Dan lebh cocok dengan gending. Apalagi jarang dieksplore oleh orang-orang, padahal ini bagus hasilnya,” tuturnya.

Sementara Kepala SMAN 10 Surabaya Budi Santoso berharap riset yang dilakukan oleh para siswa ini mendapat pendampingan optimal dari industri dan pengusaha. Harusnya, mereka bisa melirik karya yang sudah tervalidasi di tingkat international seperti ini.
“Kemarin saja (saat WICO), dua alat inovasi siswa saya ditawar profesor Korea Selatan. Tapi saya tidak berani melepas karena tanggung jawab moral dan nasionalisme. Ada hal yang perlu kami kembangkan lagi,” ungkapnya.
Untuk diketahui, selain mengantongi medali emas, SMAN 10 Surabaya juga sukses meraih medali perak di kategori Life Science dengan inovasi Avocado Seed Kernel as Mosquito Repellent with Aerosol Free Mechanism Support. [ipl/suf]






