Gresik (beritajatim.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik mendirikan Yayasan Rumah Umat Peduli Sesama di Aula Masjid Agung Gresik. Pendirian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti yayasan oleh Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah, bersama Ketua MUI Gresik KH. M Mansoer Shodiq.
Dengan visi menjadi lembaga filantropi terpercaya, mandiri, dan maslahah, Yayasan Rumah Umat Peduli Sesama (RUPS) ini memiliki lima program prioritas. Seluruh program ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Lima program tersebut yaitu, pertama, peduli pendidikan. Program ini melingkupi bantuan biaya pendidikan, peningkatan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendidikan.
Kedua peduli kesehatan dengan cara fasilitasi layanan kesehatan dan pengobatan gratis. Ketiga, peduli ekonomi lewat pemberdayaan dan pendampingan UMKM.
Keempat, peduli dakwah, dengan kajian dan pendampingan dakwah khusus. Terakhir, peduli kemanusiaan berupa santunan anak yatim dhuafa dan bantuan bagi penyintas bencana.
Ketua MUI Gresik, KH Mansoer Shodiq, mengatakan yayasan difokuskan kepada masyarakat yang membutuhkan. Utamanya lima prioritas baik itu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan kemanusiaan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”MUI-gresik”]
“Mudah-mudahan yayasan rumah umat peduli sesama ini berkah dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya, Sabtu (30/04/2022).
Sementara Wabup Gresik, Aminatun Habibah mengapresiasi pendirian yayasan rumah umat peduli sesama, dan tentunya ini membawa harapan besar untuk bisa membawa kesejahteraan pada umat.
“Saya sangat terkesan dan mengucapkan terima kasih dengan usaha-usaha yang dilakukan MUI ini. Apalagi dengan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik yang masih cukup tinggi, sehingga diperlukan usaha bersama-sama untuk menurunkan angka kemiskinan,” katanya.
Wabup perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, apa yang menjadi usaha MUI Kabupaten Gresik ini nanti bisa menambah deretan bantuan-bantuan di Kabupaten Gresik khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Permasalahan penanganan masyarakat pemda tidak bisa berjalan sendiri. Untuk itu, diperlukan sinergi salah satunya gagasan dari MUI yang mendirikan yayasan rumah umat peduli sesama,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Aminatun menyerahkan tanah wakaf seluas 185 meter persegi dari donatur untuk selanjutnya dipergunakan sebagai rumah dhuafa dan rumah yatim oleh MUI Gresik. (dny/beq)






