Malang (beritajatim.com) – Setelah lulus kuliah, Muhammad Yasiqy Haidar Banna langsung memutuskan untuk menapaki karir. Hal ini dimulai saat dirinya magang selama enam bulan di salah satu perusahaan milik India.
“Saat itu, saya dipercaya menjadi business development untuk wilayah Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Bangladesh. Perusahaannya bergerak di bidang internet service provider (SaaS),” terang pria yang akrab disapa Haidar ini.
Setelah enam bulan selesai magang, lulusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Jember ini kemudian dipercaya menjadi spesialis komunitas di salah satu usaha rintisan social commerce di bidang FMCG.
“Saya bekerja di area Cirebon selama tujuh bulan. Pekerjaan selalu diberi kelancaran. Kemudian, ada titik bosan karena ingin mencari tantangan baru dan terjun di industri yang berbeda, akhirnya mencoba cari tantangan baru,” papar dia.
Kemudian, ia mulai mengeksplorasi kemampuannya dan dipercaya menjadi Community Development Manager JALA.
“Saya merasa, karena Indonesia merupakan negara maritim, ada banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk disrupsi digital,” kata Haidar.
Sehingga, saat menjalani profesinya itu, ia merasa senang lantaran petambak udang diberi pengetahuan baru yang membantu budidaya mereka menjadi lebih produktif berkelanjutan.
“Apalagi, disini saya berupaya membentuk komunitas yang terdiri dari masyarakat pesisir yang cukup variatif,” kata pria berusia 25 tahun ini.
Selain itu, ia juga berupaya agar para petambak mau berjejaring dengan pemangku lainnya untuk kemajuan bisnis mereka.
“Kami memberikan edukasi dan pelatihan berkaitan dengan teknologi,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
“Selain itu, saya juga sedang berupaya untuk meningkatkan budidaya petambak yang mulanya ekstensif, agar mampu melakukan best practice yang lebih terukur melalui pendampingan teknis dan pengembangan bisnisnya,” tambahnya.
Dia berharap, pekerjaannya tersebut tak hanya memberikan dampak positif bagi dirinya sendiri.
“Harapannya, bisa berkontribusi terhadap kemajuan industri udang. Karena banyak missing puzzle yg belum tersusun rapi yang masih saya mencoba selesaikan. Kemudian, berupaya mengentaskan permasalahan petambak, akses pakan dan pasar, dan lainnya,” sambung dia.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi anak muda agar bisa mengasah empatinya.
“Empati itu adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat mata dan didengar telinga. Tapi, ada banyak hal yang bisa dirasakan. Kemampuan untuk berempati dengan user bisa membuat diri kita dan perusahaan berkembang lebih baik lagi,” pungkas dia. (ted)
===============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






