Jember (beritajatim.com) – Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar yang juga kandidat wakil presiden dari Koalisi Perubahan, menegaskan makna perubahan yang diinginkannya besama calon presiden Anies Baswedan, di hadapan ratusan kiai yang berkumpul di Pondok Pesantren Nurul Islam, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (28/9/2023).
“Perubahan bermakna bahwa kita terus harus menyempurnakan berbagai kekurangan, ketidaksempurnaan, kealpaan. Innallaha la yughayyiru ma bi qoumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim. (Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri, red),” kata Muhaimin.
“Inilah spirit perubahan. Hijrah, bergeser dari kejumudan, kemunduran, ketertindasan menjadi merdeka, kuat, mandiri, dan kokoh. Dari pengangguran menjadi kerja. Dari rendah menjadi naik. Dari tergantung impor menjadi mandiri di bidang pangan,” tegas Muhaimin.
Bersama Anies, Muhaimin menegaskan diri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh perjalanan dan warisan sejarah perjuangan politik ahlussunnah wal jamaah NU. “Insyallah, kami berdua yang didukung oleh berbagai kalangan,” katanya.
Saat deklarasi pasangan Anies-Muhaimin di Hotel Mojopahit Surabaya, pada 2 September 2023, sambutan positif muncul dari berbagai penjuru tanag air. “Sambutan dari seluruh tanah air, dari Aceh hingga Papua. Luar biasa. Keinginan perubahan, keinginan perbaikan nasib, keinginan membawa kemajuan lebih cepat lagi begitu derasnya,” kata Muhaimin.
Muhaimin juga terpana dengan sambutan di Makassar, Sulawesi Selatan. “Kemarin di Makassar terkumpul di luar dugaan, memecahkan rekor 1 juta orang lebih kumpul di Makassar meneriakkan keinginan perubahan dan perbaikan nasib,” katanya.
Muhaimin meminta dukungan kepada warga nahdliyyin di Jember agar bisa bekerja baik. “Insyallah Amin (Anies-Muhaimin) akan sungguh-sungguh, akan terus bekerja, menata bangsa ini lebih baik, dan insyallah aliran politik perjuangan ahlusunnah wal jamaah itu jauh lebih produktif. Terwujudnya sumber daya alam yang dinikmati seluruh bangsa kita. APBN yang berkeadilan dan berkeadaban. Kebijakan policy yang memihak kepada kaum mustad’afin,” katanya. [wir]






